Bermain Maze di Surga yang Indah

Bermain Maze di Surga yang Indah

Buku Seri Mengenal Allah: Surga yang Indah adalah salah satu buku favorit kami! Teksnya singkat dan berima. Ilustrasi nya full colour dan indah. Sangat cocok sebagai sarana balita mengenal surga. Ah, jangankan balita, ibunya juga sangat terbantu dengan penggambaran surga dalam Buku ini. Bukankah keindahan surga itu tak terbayangkan oleh akal? Bila yang terbayang akal saja sudah sebegini indahnya, apalagi yang aslinya??!!

images (2)

Nah, di tiap buku Seri Mengenal Allah yang jumlahnya ada 5 seri itu, ada permainan yang dapat membantu anak mengikat makna bacaan buku. Di belakang buku Surga yang Indah, ada Maze alias labirin yang berakhir di pintu surga. Di tengah-tengah jalan labirin tersebar bentuk-bentuk ‘love’ warna-warni. Tiap 1 warna menggambarkan 1 perilaku. Misalnya warna oranye menggambarkan ‘berbakti pada orang tua’ sedangkan warna hitam menggambarkan ‘berbohong’. Jalan menuju pintu surga yang benar akan melewati bentuk-bentuk ‘love’ yang mewakili perilaku-perilaku baik. Selama proses menerka-nerka jalan menuju pintu, Estha senang sekali bertanya arti bentuk ‘love’ yang ditemuinya. Alhamdulillah ia sudah dapat membedakan mana perilaku yang boleh dan tidak boleh. Mana yang mendekatkan atau malah menjauhkan dari pintu surga. Dan akhirnyaa sampailah ke depan pintu surga!

Senangnya melatih kecerdasan logis sambil belajar akhlak islam! ^^

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunSayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Perbandingan Jus

Perbandingan Jus

Hari ini kami makan malam di sebuah restoran di daerah Pasar Lama Tangerang. Pengunjungnya membludak, banyak yang masuk waiting list dan rela menunggu depan restoran. Alhamdulillah kami tak perlu menunggu lama, sudah dapat tempat di ruang AC plus lesehan. Jadi ga harus gendong baby Raihan terus ^^. Pesanan minuman datang lebih dulu. Bunda pesan jus alpukat, Estha pesan jus apel. Untuk menghalau lapar karena makanan belum juga tiba, bunda menghabiskan 1/4 gelas jus. Melihat ini, Estha tak mau kalah. Ia seruput jusnya, lalu membandingkan gelasnya dengan gelas bunda. Jus apel masih lebih banyak. Ia minum lagi. Sedotannya memang kecil jadi perlu cukup lama menghisap. Diukurnya lagi. “Belum sama dengan punya Bunda” katanya. Kali ini ia minum cukup lama. Lalu disandingkannya gelas jus apel dan jus alpukat. “Naah ini sudah sama!” serunya. Tanpa sadar, Estha hari ini praktek “perbandingan volume” ^^

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunSayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Dua Momen AHA di Hari Kedua

Dua Momen AHA di Hari Kedua

Semalam , Estha dibacakan buku favoritnya ‘Serba Serbi Dinosaurus’. Banyak gambar-gambar dino yang begitu tampak nyata di dalamnya. Sampai terkadang Estha takut melihatnya Tapi tetap minta dibacakan sambil bersembunyi di punggung ibunya. Hhe. Tiba-tiba , ia bertanya, “Bunda, lebih besar mana dino yang atas sama yang di bawah?” “Hemm yang mana ya?” Bunda pura-pura mikir. “Yang atas dong” kata Estha. AHA! Secara tidak langsung Estha sedang berlatih konsep perbandingan ukuran dalam matematika ^^

Lalu Bunda coba memancing dengan membandingkan dino-dino lain. Tapi no respon. Hhi. Okelah, mari kita ikuti alurmu saja Nak.

img_20170517_123645
Ini lho penampakan bukunya

Selanjutnya, Ayah minta telapak kainya dipijat di kasur. Pegal habis latihan futsal untuk lomba Agustusan kantor katanya. Selagi bunda memijat Ayah, Estha ikut bermain di kaki Ayah. Ia tumpukkan tiga bantal di kaki ayahnya. “Ini segitiga!” katanya. AHA! Kau teringat konsep geometri ya Nak ^^

Barakallah Nak. Semoga lebih banyak lagi ilmu Allah yang bisa kita pelajari dan terapkan ya!

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunSayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Fun Math with Push Pins

Fun Math with Push Pins

Semalam Estha (4y) merengek minta ke Indom***t, ingin beli “yang buat tusuk2 kardus warna warni”. Hayoo apa? Mesti bisa nebak dong, kan udah bocorannya di judul. Hhe. Yap. Dia tetiba teringat push pins yang pernah dimainkan dan dihilangkannya berbulan-bulan yang lalu _Hebat ya ingatan anak ketjil?_

Singkat cerita kami pun melaju ke Indom***t hanya untuk mendapati bahwa mereka tak menjual benda2 imut itu. Kami pun kembali dengan tangan hampa (dan estha yang masih merengek). Hapal dengan sifat Estha, sore ini Bunda mampir ke tukang fotokopi untuk membeli push pins. Benar saja, ternyata seharian ini anak soleh itu masih ingat dengan keinginannya akan push pins. Ia sangat sangat riang saat menerima push pins dari Bunda.

Estha lalu menancap-nancapkan push pins ke selembar kardus secara acak. Ia lebih tertarik pada warna-warna push pins dibanding bentuk-bentuk yang dihasilkannya. Bunda lalu bertanya, ada berapa push pins yang hijau? Biru? Merah? Kuning? Ia menghitung dengan suka hati. Walau kadang hitungannya loncat hhe. Lalu Bunda bertanya lagi, lebih banyak mana warna hijau dengan biru? Hijau dengan merah? Biru dengan merah? Semua dia jawab dengan warna: hijau. Hhe. Memang bener sih, karena warna hijau jumlahnya paling banyak dibanding semua warna lain.

Terakhir, kami menghitung seluruh pin bersama-sama. Biasanya Estha menghitung sampai 20. Kini bunda memperkenalkan hitungan sampai 30.

Alhamdulillah, dengan modal sekotak push pins, kami bisa belajar pembilangan 1-30, klasifikasi warna, dan perbandingan jumlah ^^

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunSayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Belum Berakhir

Tantangan Belum Berakhir

Tantangan Bunda Sayang kali ini sangat sesuai dengan saya karena sejalan dengan impian saya agar anak-anak cinta membaca sejak kecil. Tadinya saya pikir hal itu cukup dengan membelikan buku2 yang sesuai usia anak dan membacakan nya kapanpun ia mau. Tapi ternyata tekad saja belum cukup. Perlu daya juang untuk konsisten mengalahkan rasa ngantuk, capek, atau bosan saat anak minta dibacakan buku yang itu-itu saja. Saya juga baru tersadar pentingnya (dan tantangannya) membangun keluarga (bukan hanya anak) yang melek literasi. Dan bahwa melek literasi itu tak cukup sampai suka membaca tetapi hingga menghasilkan karya berupa tulisan. Deuh deuh masih banyak pe er nya. Jadii bagi keluarga kami, tantangan ini belum berakhir ya sodara sodara >,<

Kereta Literasi #7: Tentang Kamu

Kereta Literasi #7: Tentang Kamu

Catatan Minggu,.18 Juni 2017/23 Ramadhan 1438 H

Di toko buku kemarin, tantenya Estha membeli novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Covernya sungguh tak menjelaskan cerita yang terkandung di dalamnya. Cuplikan novel di cover belakang membuatku berpikir, ah palingan kisah cinta sederhana ala Tere Liye.

32467509

blurb2btentang2bkamu

Ternyata oh ternyata,, isinya,,,

di psotingan selanjutnya yaa hehe

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

 

Kereta Literasi #6: Kunjungan impulsif ke Toko Buku

Kereta Literasi #6: Kunjungan impulsif ke Toko Buku

Kunjungan Impulsif ke Toko Buku

Sabtu, 17 Juni 2017/22 Ramadhan 1438 H

Di siang hari yang terik, tiba-tiba tercetus ide dari lisan bunda untuk jalan-jalan ke toko buku! Estha langsung menyambut ide ini dengan merengek pada ayahnya. Minta diantar ke toko buku pakai mobil hehe. Dasar anak 3 tahun, anggapannya setiap yang diingnkan harus dikabulkan saat itu juga! Alhamdulillah ayahnya sabar membujuk. Akhirnya Estha tertidur. Sorenya, saat cuaca sudah lebih bersahabat, barulah kami berlima (ayah, bunda, Estha, tante, dan mama) berangkat ke toko buku di mall dekat rumah.

Bagi kami, toko buku adalah replika surga (halah). Kami senang melihat-lihat dan berkelana di dalamnya. Estha segera mengambil buku Seluk Beluk Dinosaurus dan tak mau pindah ke lain hati buku. Di rumah, buku ini dibawa kemana-mana dan minta dibacakan setiap bunda ada waktu luang hoho.

img_20170517_123645
dari situs zanafa.com

 

Sementara itu, buku incaran Bunda tidak ada di toko huhu. Jadilah malam itu bunda mencukupkan diri membaca ebook (gratis) Fiqih I’tikaf: Hukum dan Keutamaannya karya Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al Jibrin yang didistribusikan Yayasan Al Sofwa. Semoga pahalanya mengalir pada penulis, penerjemah, dan segenap pihak yang terkait dengan ebook ini. Aamiin. Semangat berburu lailatul qadar!!

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst