Agar Kakak Tak Galak pada Adik

Agar Kakak Tak Galak pada Adik

Let’s Think Creative.

Masalah:

Kakak galak kepada adik bayi hanya setelah bundanya pulang kerja. Bagaimana solusinya?

Empati:

Kakak ingin mendapat perhatian bundanya.

Kakak tidak ingin perhatian padanya terbagi oleh adik bayi.

Berhubung kakak masih balita, egosentrisnya masih tinggi. Dan ini memang sesuai dengan fitrahnya. Tidak boleh diingkari. Hanya perlu disiasati.

Imajinasi:

Bagaimana kalau diberi hadiah dan dibacakan buku tentang menyayangi adik?

Bagaimana kalau Bunda bersikap ramah, santai menemaninya main, dan menerima rengekan/perasaan kakak, terutama di awal-awal jam kepulangan Bunda?

Solusi:

Dibacakan buku –> tidak terlihat efeknya

Bersikap ramah dan menerima perasaan –> Alhamdulillah mood kakak jadi jauh lebih baik dan berkurang galaknya terhadap adik bayi.

Nah, bagaimana agar sikap galak kakak menghilang sama sekali? itu masalah selanjutnya untuk dilingkar mekarkan yaa

#Tantangan10Hari

#Level9

#KuliahBunSayIIP

#ThinkCreative

 

 

Iklan
Strategi Memotivasi Balita

Strategi Memotivasi Balita

Ibu-ibu, bagaimana caramu memotivasi balita untuk melakukan kedisiplinan diri seperti mandi, makan, toileting? Membacakan buku? Cerita teladan? Iming-iming reward? Cerita manfaat merawat diri? Kesepakatan reward-punishment? Poin bintang? Saya sudah semua. Tapi ga mempan untuk memotivasi Estha untuk lulus toilet training -_-.

Menurut bang Ical,  SME HEbAT Community, proses kreatif itu: EMISOL. Empati-Imajinasi-Solusi. Dimulai dari penyerapan atas perilaku-pemikiran-sikap anak, kita berimajinasi kira-kira solusi apa yang diperlukan. Setelah solusi dicoba, hasilnya diserap lagi dan hasil empati itu kemudian melalui siklus EMISOL sehingga melingkar mekar.

Menurut materi IIP, proses kreatif itu: Evolusi-Sintesis-Revolusi.

Intinya sih sama saja. Hehe.

Jadi berdasarkan hasil empati selama ini, kuamati bahwa anak ini senang membuktikan kemampuan dirinya. Jika dilarang, ia justru akan melakukannya. Jika diragukan kemampuannya, ia akan bersemangat membuktikan sebaliknya. Jadilah aku berpura-pura meragukan keberaniannya untuk duduk di toilet dan pipis/pup sendiri. Hasilnya? Alhamdulillah ia tertantang dan semangat mengatasi keengganannya duduk di toilet.

Sejak saat itu, toilet training Estha bisa naik ke level selanjutnya. Alhamdulillah.

#Tantangan10Hari

#Level9

#KuliahBunSayIIP

#ThinkCreative

 

 

Membeli Mainan.. dari Tabungan Sendiri ^^

Membeli Mainan.. dari Tabungan Sendiri ^^

Sabtu, 16 September 2017

“Aku mau beli mainan!”

Nah nah, muncul lagi kalimat itu di rumah AIUE (singkatan dari nama-nama penghuni rumah,hehe).

“Oke, belinya dari tabungan Estha kan?” Bunda mengingatkan.

“Tapi aku mau yang mahal-mahal”

“Iya, tiga ribu kan mahal” kata Bunda. Tabungan nya memang sudah bertambah seribu dari kemarin.

Allah Maha Pemberi Rezeki, Ia gerakkan tangan Mama (neneknya Estha) untuk menambah tabungan Estha dengan 4 keping logam 500.

“Alhamdulillah,coba Estha hitung, ada berapa uangnya sekarang?”

“1..2..3..10 bunda!”

“Iya, artinya itu jumlahnya lima ribu” kata Bunda.

Kami pun bermotor ke Poris Indah, tempat toko yang menjual mainan mulai harga seribu perak eh seribu rupiah hehe. Di perjalanan, Bunda ingatkan Estha untuk berdoa

“Estha udah berdoa minta mainan ke Allah? Soalnya kalo kata Allah boleh, kita bisa dapet mainan. Tapi kalo kata Allah ga boleh, kita ga akan bisa dapet mainan. Bisa aja nanti uangnya kurang. Atau tokonya tutup. Atau lainnya. Pokonya semua tergantung Allah!” Bunda coba sampaikan dengan kalimat-kalimat singkat. Karena menurut teori, anak/laki-laki hanya bisa menyerap maksimal 15 kata dalam sekali dengar.

Sampai di toko, kami pun memilih-milih mainan yang berlabel ‘5000’. Qodarullah, yang dipilih Estha adalah balon seharga tiga ribu. Persis dengan tabungannya ^^. Bunda lalu ambilkan uang receh tiga eibu itu lalu menyerahkannya pada Estha. “Berikan ke tante ya” kata Bunda. Ia pun memberikan uang itu ke penjaga toko yang sudah standby di sebelah kami. Sengaja bunda minta Estha yang bayar agar ia merasakan sensasi ‘membeli dengan uang sendiri’ dan karenanya lebih menghargai mainan yang ia beli. Di rumah memang dia excited banget dengan balon ini sih. Minta ditiupkan lalu dilempar-lempar sendiri ^^

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Hari Kedua Menabung

Hari Kedua Menabung

Jumat, 15 September 2017

Bunda menyodorkan 2 keping uang logam 500 pada Estha, ia memasukkannya ke ‘celengan’ dengan senang. Plung plung. Plastik celengan yang semula digeletakkan di meja kini ia gantung di pintu dengan selotip! Hehe. Ada ada saja laku bocah 4 tahun ini.

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Tabungan Pertamaku

Tabungan Pertamaku

“Aku mau beli mainan! Yang mahal-mahal!”

Itu adalah seruan Estha sebulan terakhir ini. Hampir tiap hari ia minta beli mainan baru, tak peduli moodnya sedang cerah atau mendung! Pusiing kami dibuatnya. Tak dituruti, tantrumnyaa weleh weleh. Alhamdulillah kini Allah beri jalan keluarnya …

Kamis, 14 September 2017

Malam yang cerah. Entah darimana awalnya (tepatnya bunda lupa x_x) , obrolan bunda dan Estha mengarah ke tabungan.

“Aku suka menabung” kata bocah itu. Padahal dia belum pernah menabung!

“Oke, kalo gitu mulai malam inj,bunda tiap hari kasih Estha uang seribu,untuk ditabung. Gimana?” Bunda langsung nyamber.

“Iya! Aku mau!”

“Hemm nabungnya dimana y?”

Sang bocah melirik meja. Di atasnya ada surat undangan pernikahan dan plastik pembungkusnya. “Pakai ini saja!” Ujarnya sembari mengacungkan plastik kotak itu.

“Wah, apa ga gampang sobek tuh?”

‘engga dong, aku jaga supaya ga sobek!” Kata sang bocah keukeuh. Okelah, bunda memberinya 2 keping uang logam 500. Ia memasukkannya dengan berbinar-binar. Plung plung!

“Naah,,nanti kalau Estha mau beli mainan, belinya dari tabungan Estha,gimana?” Kata bunda

“Mmm iya deeh”

Yes! Si bocah setuju! Mudah-mudahan beneran terlaksana. Aamiin *doa khusyuk

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Melatih Anak Berdagang

Melatih Anak Berdagang

🍓🍎🍐 Cemilan Rabu #8.1 🥝🍉🥑

 

⚖ *Melatih Anak Berdagang* ⚖

Perhatian Rasulullah dalam membentuk anak dalam hal sosial maupun ekonomi terlihat jelas dalam bimbingan beliau. Sebab kegiatan berdagang akan memberikan gerakan sosial kemasyarakatan yang kuat pada anak.

Manfaatnya bagi anak,
🌷Anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya
🌷Membiasakan diri terus berkembang
🌷Memanfaatkan waktu untuk hal-hal berguna
🌷 Memperoleh kepercayaan diri
🌷 Belajar bersusah payah, terbiasa memberi dan menerima serta memahami kehidupan dengan baik dan benar.

Rasulullah bahkan mendoakan anak kecil agar Allah memberikan berkah dalam usahanya untuk berdagang. Abu Ya’la dan Tabrani meriwayatkan dari Amru Bin Hutais bahwa “Rasulullah melewati Abdullah Bin Ja’far yang ketika itu sedang melakukan transaksi jual beli dengan anak-anak yang lain. Lalu berdoa,

_”Ya Allah, berkahilah transaksi jual belinya.”_

Anak yang mulia ini adalah anak dari paman Rasulullah. Rasulullah tidak merasa malu, namun justru mendoakan keberkahan untuknya.

 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Nasional/

 

📚Sumber bacaan:
(Cara Nabi Mendidik Anak, Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid, 2013)