Inten Ratna Sari_NHW 6 MANAJEMEN WAKTU BUNDA, MANAJER HANDAL KELUARGA

3 aktivitas paling penting: ibadah pada Allah (shalat & mengaji), fokus bermain sambil belajar (Home Education) dengan anak; berdialog dengan suami

3 aktivitas paling tidak penting: baca timeline Fb; mengkhayal; baca chat WA yang tidak penting (online for nothing)

Waktu selama ini habis di: seimbang antara Home Education dan online for nothing T-T

TIPS MANAJEMEN WAKTU DARI BU SEPTI:

  • Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari
  • Buat kandang waktu. Patuhi CUT OFF TIME.
  • Buat jadwal harian
  • Amati selama seminggu, apakah terlaksana dengan baik? jika tidak , revisi. Jika iya, lanjutkan sampai 3 bulan.

JADWAL HARIAN

04.30-05.30 Shalat, doa, mengaji ½ juz, dzikir harian
05.30-06.30 Menyiapkan sarapan
06.30-07.00 Persiapan kerja
07.00-07.30 Perjalanan menuju tempat kerja
07.30-08.00 Perencanaan to do list today, sarapan, belanja, membuka diskusi di grup WA (hanya hari Senin)
08.00-11.00 Mengerjakan tugas harian kantor, Dhuha
11.00-12.00 online
12.00-14.30 Ishoma, Home Education anak
14.30-16.00 Perencanaan diri/pekerjaan kantor/online (opsional); dzikir harian
16.00-17.00 1 jam melahap dan menulis ilmu parenting
17.00-18.00 Perjalanan pulang
18.00-22.00 3 jam Home Education anak; Maghrib berjamaah; 10’ halaqah dengan mba; 30’ dialog dengan suami
22.00-22.30 BAK, sikat gigi, ayah bacakan buku pada anak, bunda isi portfolio harian, dzikir dan doa sebelum tidur

Keraslah pada diri sendiri, maka dunia luar akan lunak terhadapmu (Septi Peni Wulandani)

 

Inten Ratna Sari

Selasa, 22 November 2016/22 Shafar 1438 Hijriah

Categories: Muslimah, parenting | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Inten Ratna Sari_NHW#5

Tugas NHW#5 simpel: buatlah Desain Pembelajaran.

Tapi saya blank di awal.

Tidak tahu apa itu desain pembelajaran.

Sempat mengaitkannya dengan design thinking dan metode EMISOL yang disampaikan di HEbAT. Ya memang terkait. tapi konsep yang disampaikan SME HEbAT, bang Ical, dengan RuaNGakal nya masih sangat umum. Jaidlah saya berselancar ria di dunia maya dan Alhamdulillah dapat menarik simpulan tentang Desain pembelaaran ini.

Tak lupa saya juga mendengar ulang kuliah webinar Bunda Cekatan: Learn How to Learn yang sebenarnya sudah didengar beberapa tahun lalu tapi tidak menempel karena tidak dipraktekkan. Hmm.

Barulah saya mempraktekkannya dalam proses penyusunan Desain Pembelajaran ini. Seperti apa yang disampaikan bu Septi, saya menggunakan sebagian prinsip dari Cara Belajar yang Berbeda:

Mengembangkan struktur berpikir

dengan membuat hipotesis. Hipotesis awal saya adalah Desain Pembelajaran sama dengan Design Thinking. Lalu saya mulai mencari info tentang Design Thinking dan Desain Pembelajaran. Ternyata (daris edikit yang saya pahami),  Desain Pembelajaran adalah perluasan dan penjabaran yang lebih rinci dari Design Thinking.

Aktif mencari

di internet, di materi grup WA HEbAT, di materi kuliah yang telah saya simpan sejak lama (sampai hampir lupa punya materi itu), dan lain-lain.

Berpikir Skeptik

tidak menelan satu informasi bulat-bulat, tetapi mencari pendapat kedua dan ketiga yang ternyata menguatkan teori pertama.

 

Berikut hasil penelusuran saya tentang Desain Pembelajaran

 Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi. (Wikipedia)

Desain pembelajaran menurut istilah dapat didefinisikan:

  1. Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan keterampilan pada diri pembelajar ke arah yang dikehendaki (Reigeluth).
  2. Rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan (Briggs).

 Komponen Utama Desain Pembelajaran

Komponen utama dari desain pembelajaran adalah:

  1. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) Adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar
  2. Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi,karakteristik mereka, kemampuan awal dan pra syarat.
  3. Analisis Pembelajaran, merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari
  4. Strategi Pembelajaran, dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar. Bahan Ajar, adalah format materi yang akan diberikan kepada pembelajar
  5. Penilaian Belajar, tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi yang sudah dikuasai atau belum

 Model Desain Pembelajaran

Model Dick and Carrey

Salah satu model desain pembelajaran adalah model Dick and Carey (1985). Model ini termasuk ke dalam model prosedural.

Model Kemp

Model  Kemp  termasuk  ke  dalam  contoh  model  melingkar  jika ditunjukkan  dalam sebuah diagram.

kemp_01

sumber:

http://abdulrazak19.blogspot.co.id

Saya pilih model Dick and Carrey, karena model itu yang paling sederhana dan paling cocok untuk desain pembelajaran secara umum. Tetapi saya tidak sepenuhnya mengikuti model tersebut. Saya sesuaikan dengan gaya saya J

Desain Pembelajaran Inten

a.Tujuan umum pembelajaran (start from the finish line)

Menjadi pendidik yang ahli menumbuhkan dan mengembangkan fitrah anak

b.Analisis pembelajaran

Materi dan skill yang harus dipelajari akan berkaitan dengan bahan ajar, psikologi anak yang hendak dididik, skill mengajar, serta pengembangan pribadi pendidik selaku teladan bagi anak

c.Tingkah laku masukan dan karakteristik siswa

Saya sebagai seorang ibu yang bekerja di ranah public memerlukan waktu dan metode belajar yang singkat namun efektif agar dapat konsisten belajar dan memiliki kemajuan dari hari ke hari. Gaya belajar saya adalah dengan menyendiri, suka suasana sepi, dengan rangsangan visual

d. Strategi pembelajaran

Meninggikan gunung, bukan meratakan lembah. Saya mempelajari sesautu yang saya sukai yaitu parenting dan saya sedang meninggikan gunung saya.

Menetapkan topik materi/skill yang ingin dikuasai berdasarkan milestone yang terlah dibuat pada NHW#3. Kurilkulum per tahun dibreakdown menjadi topic per bulan. lalu setiap hari saya perlu mengasah intellectual curiosity saya mengenai topic tersebut dan menuangkannya dalam Buku Rasa Ingin Tahuku. Buku inilah yang menjadi buku kerja sekaligus portfolio kegiatan belajar saya.

Setiap topik akan diawali pertanyaan 5W+1H+Which One. Lalu dilanjutkan dengan pencarian jawaban. proses pencarian dilakukan dengan mengembangkan struktur berpikir berupa penentuan hipotesis (creative imagination), percobaan, lalu penemuan hasil/simpulan (art of discovery). Jika berhasil maka harus segera saya bagikan kepada keluarga/masyarakat (noble attitude).

Dengan ini pada setiap topic,  saya akan mempunyai minimal 1 proyek yang dijalankan.

Metode pencarian jawaban: membaca, menonton video dari para ahli, diskusi dengan mentor

Metode percobaan: membuat esai, praktek kepada anak

Metode sharing: cerita/presentasi kepada suami dan pengasuh, menulis hasil refleksi di blog/medsos, sharing di grup parenting

  1. Materi pembelajaran

Materi sesuai dengan milestone yang dirancang

KM 0 – KM 1 (tahun 1): menguasai Psikologi perkembangan anak & remaja, 6 materi Bunda Sayang, materi & pembelajaran Aqidah, materi & pembelajaran Science , hafal juz 30

KM 2 : menguasai 5 materi FBE, 6 materi Bunda Sayang, materi & pembelajaran Adab & Sopan Santun, hafalsetetngah awal dari juz 29

KM 3 : menguasai 5 materi FBE, Teknik mengajar, teknik bercerita, materi & pembelajaran Tahsin Quran, hafal setengah akhir dari juz 29

KM 4 : menguasai 5 materi FBE, Perencanaan & Evaluasi Pendidikan, materi & pembelajaran Tafsir Quran, materi & pembelajaran Bahasa Arab , hafal setengah awal dari juz 28

KM 5 : menguasai 5 materi FBE, bimbingan & konseling, materi & pembelajaran Sirah Nabi-Sahabat-Peradaban Islam, hafal setengah akhir dari juz 28

KM 6:  menguasai teknik motivasi, pemanfaatan teknologi untuk KBM, materi & pembelajaran Hadits, hafal setengah awal dari juz 1

KM 7 : menguasai public speaking, kontribusi manfaat pada masyarakat, materi & pembelajaran Fikih, hafal setengah akhir dari juz1

f. Sarana pembelajaran

menggunakan buku, video, praktek langsung, presentasi, penuilisan resume dan hasil refleksi

g.Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan setiap bulan/per topik dengan meninjau kembali pelaksanaan proyek yang saya lakukan.

 

Sumber:

Kuliah via Webinar Bunda Cekatan: Learn How to Learn

Materi Matrikuasi IIP #5 Learn How to Learn

https://isnaizakiya29.wordpress.com/2014/05/24/desain-pembelajaran-perencanaan-pembelajaran-dan-kurikulum/

http://shantystory.com/2016/06/13/belajar-bagaimana-caranya-belajar-materi-matrikulasi-5/

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195705101985031-ENDANG_RUSYANI/DESAIN_PEMBELAJARAN.pdf

Categories: Muslimah, parenting, Uncategorized | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Inten Ratna Sari_NHW#4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah (Proposal Pencapaian Misi Hidup)

Misi Hidup: Menumbuhkan dan Mengembangkan Fitrah Anak

Bidang: Pendidikan Anak Berbasis Fitrah

Peran: Educator

Ilmu-ilmu yang perlu dikuasai:

  1. Materi Bunda Sayang (12 materi)
  2. Materi Fitrah based Education (10 materi pokok grup WA dan 10 materi kuliah FBE)
  3. Teknik mengajar (invitation to play, termasuk pengelolaan kelas, media belajar, strategi pembelajaran)
  4. Perencanaan pendidikan dan kurikulum personal
  5. Evaluasi pendidikan dan portofolio
  6. Teknik bercerita/mendongeng
  7. Psikologi perkembangan anak dan remaja
  8. Bimbingan dan konseling
  9. Memanfaatkan teknologi untuk proses KBM
  10. Teknik motivasi dan public speaking
  11. Kontribusi manfaat pada masyarakat
  12. Materi Ajar (Aqidah, Fiqih, Tahsin-tahfidz-tafsir Qur’an, Hadits, Adab & sopan santun, Sirah Nabi-sahabat-peradaban islam, science di Alquran, bahsa arab yang menakjubkan di Alquran)

Sumber inspirasi:  HEbAT Community, Komunitas IIP, Struktur Kurikulum S1 PGSD FKIP Universitas Terbuka, Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah oleh Abu Amr Ahmad Sulaiman

Milestone:

KM 0: dimulai 24 Juli 2016 di usia 26 tahun. bertekad alokasi 4 jam per hari untuk praktek, belajar, dan menuliskan misi hidup untuk menumbuhkan dan mengembangkan fitrah anak.

KM 0 – KM 1 (tahun 1): menguasai Psikologi perkembangan anak & remaja, 6 materi Bunda Sayang, materi & pembelajaran Aqidah, materi & pembelajaran Science , hafal juz 30

KM 2 : menguasai 5 materi FBE, 6 materi Bunda Sayang, materi & pembelajaran Adab & Sopan Santun, hafalsetetngah awal dari juz 29

KM 3 : menguasai 5 materi FBE, Teknik mengajar, teknik bercerita, materi & pembelajaran Tahsin Quran, hafal setengah akhir dari juz 29

KM 4 : menguasai 5 materi FBE, Perencanaan & Evaluasi Pendidikan, materi & pembelajaran Tafsir Quran, materi & pembelajaran Bahasa Arab , hafal setengah awal dari juz 28

KM 5 : menguasai 5 materi FBE, bimbingan & konseling, materi & pembelajaran Sirah Nabi-Sahabat-Peradaban Islam, hafal setengah akhir dari juz 28

KM 6:  menguasai teknik motivasi, pemanfaatan teknologi untuk KBM, materi & pembelajaran Hadits, hafal setengah awal dari juz 1

KM 7 : menguasai public speaking, kontribusi manfaat pada masyarakat, materi & pembelajaran Fikih, hafal setengah akhir dari juz 1

Demikian, diharapkan milestone ini akan tercapai pada 24 Juli 2023. Tepat saat Estha berusia 10 tahun. Tapi lebih awal lebih baik🙂

Inilah proposal ku ya Allah, tunjukkanlah misi spesifik yang Engkau gariskan padaku dan bimbinglah kami pada surga-Mu. Aamiin.

Disusun pada Rabu, 9 November 2016 / 9 Safar 1438 Hijriah

Categories: Muslimah, parenting | Tags: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Inten Ratna Sari_NHW#2 CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

Nice Home Work kali ini bertemakan Ibu Profesional. Kami diminta menentukan sendiri apa saja indikator yang menunjukkan kami telah menjadi profesional? Dari berbagai peran yang kami emban, kami diminta menentukan indikator profesionalisme dalam peran sebagai

  • Individu
  • Istri
  • Ibu

Bagaimana cara menentukannya? tentu dengan bertanya langsung pada ‘konsumen’ kita: suami dan anak. Sebab merekalah yang merasakan langsung manfaat positif dari profesi kita.

profesional

sumber: windyputri.com

 

Indikator Istri Professional

Menurut suami, kriteria istri yang ideal itu:

  • Salehah
  • Mampu membuat masakan yang enak
  • Pengertian

Simpel, tapi menantang. Apalagi untuk saya yang bekerja di ranah public dan kurang suka ke dapur pula hahai. Tapi, man jadda wa jada, siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil!

Untuk itu, saya membuat Indikator yang dapat dievaluasi sebulan sekali. Ya, untuk sebulan pertama saja dulu. Kalau jangka waktunya terlalu panjang, saya khawatir checklist ini malah terlupakan.

Checklist Indikator Istri Profesional:

  • Shalat isya sebelum pukul 21.00 WIB minimal 20 kali dalam 30 hari
  • Tilawah 15 Juz Al Qur’an dalam 30 hari
  • Praktek masak 4 resep lauk dan 4 resep sayur dalam 30 hari dan dievaluasi suami melalui Tabel Penilaian Masakan dan Saran
  • Memeriksa/bertanya kebutuhan/bantuan yang diinginkan suami minimal 4 kali dalam 30 hari
  • Mengobrol dengan suami selama 30 menit setiap hari selama 30 hari

Indikator Ibu Profesional

Anak saya baru berusia 3 tahun, jadi belum bisa menjabarkan apa yang dinginkannya dari bundanya. Tapi kurang lebih dapat saya tangkap bahwa ia akan senang bila:

  • Bunda punya banyak waktu untuk main berkualitas dengan anak (fokus pada anak)
  • Bunda sabar dan banyak tersenyum/tertawa bersamanya
  • Bunda membangkitkan rasa cinta pada Allah dan Rasul-Nya dengan cara yang menyenangkan
  • Bunda melatih kemandirian dan adab dengan cara menyenangkan

maka, Checklist Indikator Ibu Profesional ala bundanya Estha:

  • Fokus bermain dengan anak selama 3 jam per hari dalam 30 hari
  • Membuat 4 Rancangan Program Home Education dan  4 Evaluasi/Portofolio Home Education dalam 30 hari
  • Berhasil sabar menahan marah dengan cara mengatur pernafasan/berwudhu minimal 4 kali dalam 30 hari
  • Tersenyum kepada anak selama 5 menit setiap hari dalam 30 hari
  • Berhasil 4 kali men-tatur anak saat malam untuk BAK dalam 30 hari

Indikator Pribadi Profesional

Saya sangat sangat ingin punya karakter orang sukses. Percuma punya kecerdasan tetapi karakternya tidak mendukung! Karakter itu antara lain:

  • Memegang teguh komitmen
  • Konsisten
  • Melaksanakan sesuatu melebihi standar
  • Rajin

Nah, bulan ini saya ingin melatih satu karakter saja dulu: konsisten. Dengan menjalankan kesepuluh indikator di atas saja sebenarnya sudah melatih sifat konsisten dalam diri ya. Jadi indikator yang ini akan sangat simple.

Checklist  Indikator Pribadi Profesional

  • Berhasil memenuhi minimal 80% dari checklist Indikator Istri dan Ibu Profesional

Demikian. Kita bertemu 30 hari lagi untuk evaluasi dan pembaruan indikator, insya Allah ^^.

Disusun pada Jumat, 28 Oktober 2016 / 26 Muharram 1437 Hijriah

Categories: Uncategorized | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Inten Ratna Sari_NHW#1 Adab Menuntut Ilmu

Ilmu yang akan saya pelajari dan tekuni sampai menjadi expert adalah ilmu parenting (pengasuhan). Khususnya ilmu pengasuhan berbasis fitrah.

Mengapa ilmu pengasuhan berbasis fitrah?

Alasan pertama, karena ilmu inilah yang membuat saya jatuh cinta. Pertama kali bersentuhan dengannya.. hati saya langsung klik. Otak saya berkata, inilah yang saya cari-cari selama ini. Saya selalu tertarik dengan perilaku manusia, mengapa manusia begini, bagaimana membuat manusia begitu. Dan ilmu parenting menjawab semuanya. Tak hanya psikologi, ilmu parenting juga mencakup ilmu komunikasi, manajemen diri, kerja sama tim, dan terutama mendorong saya untuk mempelajari, menguasai, dan menjalankan ilmu agama. Super lengkap. Menguasai ilmu parenting tak hanya berbuah positif terhadap anak tetapi juga pasangan, keluarga, dan masyarakat. Sudah tiga tahun saya mempelajarinya dan tak juga ada kebosanan. Inilah passion saya. Binar-binar saya.

Alasan kedua, ilmu ini dapat mengantarkan saya (dan keluarga) ke Surga. Seperti doa para ibadurrahman yang tercantum dalam Al Furqan ayat 74

“Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmutttaqiina imaaman”

Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang yang bertakwa”

Sebaliknya, tak sanggup rasanya membayangkan apa yang akan saya jawab ketika Hisab nanti bila saya mengabaikan ilmu yang satu ini.

Strategi menuntut ilmu

    1. Membuat visi pengasuhan lalu menjabarkan ilmu-ilmu yang diperlukan untuk mecapai visi tersebut. Misalnya perlu ilmu aqidah, hafalan Quran, dan teknik komunikasi kepada anak. Dari setiap ilmu itu kemudian dibuat target-target pencapaian dan waktunya (milestone), bagaimana cara mendapatkannya, siapa gurunya. Jadi anak dan orang tua sama-sama belajar atau begitu orang tua belajar langsung ditransfer/dipraktekkan ke anak.
    2. Membaca materi dengan seksama lalu menuliskan ulang materi tersebut dengan gaya sendiri, baik berupa resume, tabel, grafik, dan lain-lain.
    3. Mengajarkan kembali materi tersebut baik berupa diskusi dengan suami/pengasuh maupun menyebarkan ilmu via blog/media social.
    4. Mempraktekkan ilmu tersebut kepada anak.
    5. Menjadwalkan minimal 4 jam sehari untuk praktek/belajar ilmu parenting (pukul 18-22).

Memenuhi tugas/tantangan yang diberikan tanpa menunda-nunda

Perubahan sikap yang diperlukan berkaitan dengan Adab Menuntut Ilmu

  1. Berniat ikhlas menuntut ilmu
  2. Membiasakan ibadah sebagai sarana tazkiyyatun nafs. Agar cahaya ilmu dapat lebih mudah datang bila hati sudah (lebih) bersih.
  3. Disiplin melaksanakan strategi menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh.
  4. Datang lebih awal baik pada majelis online maupun offline
  5. Menaruh rasa hormat dan berusaha mendapatkan keridhoan guru serta Tuhannya
  6. Meminta izin sebelum menyebarkan ilmu dari guru
  7. Menyampul dan rajin membersihkan buku-buku sumber ilmu
  8. Menerapkan skeptical thinking dan literasi media terhadap ilmu-ilmu yang tersebar di dunia maya.

Disusun pada Rabu, 19 Oktober 2016/17 Muharrram 1437 Hijriah

oleh Inten Ratna Sari

Categories: Muslimah, parenting | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.