Musik Anak di Indonesia: Sebuah Realita

Dunia Musik Anak

sumber: bostonchildrensmusic.com

Memasuki tahun 2000-an, semua orang bergembira karena memasuki milenium baru sekaligus mematahkan ramalan kiamat di tahun 1999. Akan tetapi, rupanya ramalan Notre Dame itu cukup terbukti pada dunia musik anak di Indonesia. Seiring dengan meremajanya Sherina dan Tasya-penyanyi anak yang populer di tahun 2000an- perlahan lagu anak-anak menghilang dari televisi dan radio. Kekosongan pasar tersebut segera terisi oleh lagu dari band bergaya Melayu dan (akhir-akhir ini) boyband-girlband yang memiliki ciri yang hampir seragam: berkisah tentang cinta dengan lawan jenis (padahal cinta kan ga cuma ke lawan jenis! -,-a) dengan lirik yang sangat simpel. Sering juga lirik itu termasuk kata-kata makian atau istilah vulgar. Akibatnya, anak-anak generasi milenium ‘dipaksa’ menyanyikan dan melafalkan lirik lagu dewasa tersebut. Tak percaya? Cobalah dengarkan nyanyian anak-anak kecil di sekitarmu. Tahukah engkau apa yang dinyanyikan anak-anak tetanggaku kemarin?

Jambu … janji-janjimu busuk … busuk … busuk

(Jambu-Matta Band)

Jangan tanya apa yang diteriakkan para pengamen cilik di bus-bus. Tak jauh dari lagu band Wali atau ST12.

Lalu memangnya kenapa?

Apa boleh buat kan jika memang tak ada lagu anak-anak, lagu dewasapun enak dinikmati.

Begitu mungkin yang terlintas di benak sebagian darimu.

Efek Musik Terhadap Pertumbuhan Anak

Efek Musik Bagi Anak

sumber: kalaimaan.files.wordpress.com

Musik memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Seorang psikolog, Alfa Handayani dalam majalah Hidayat memaparkan bahwa musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak karena musik itu sendiri merangsang pertumbuhan sel otak. Musik dapat menambah kecerdasan anak dan menjaga keseimbangan otak kanan kiri. Berdasarkan penelitian para ahli, kemampuan bermain musik yang dimiliki oleh seseorang, bisa meningkatkan kecerdasan sampai 7 poin. Hal ini tentu amat bermanfaat untuk anak dalam menangkap pelajaran dan memahaminya.

Anak-anak memiliki kemampuan alami dalam merespon dan menghafal suatu lagu lebih cepat dari pada orang dewasa. Musik atau lagu dapat merangsang semua indra pada organ tubuh anak, sehingga dapat mempengaruhi tingkat kematangan dan emosional mereka. Bukan hanya musik , liriknya juga berpengaruh. Menurut Wakil Dekan III Fakultas Psikologi UMS, Setyo Purwanto, lirik-lirik lagu dewasa yang dinyanyikan anak-anak dapat mempercepat upgrading atau pertumbuhan anak. Lagu-lagu dewasa yang didengarkan anak secara tidak langsung dapat mengakibatkan tindakan asusila yang dilakukan anak seperti pemerkosaan. Bayangkan, ada kasus pemerkosaan yang dilakukan anak satu SD terhadap teman satu kelasnya! (Na’udzubillah… -,-“)

Begitulah, terbayang kan apa jadinya bila anak Indonesia terus-menerus mendengarkan dan menyanyikan lagu dewasa? Relakah dirimu bila anak, adik, atau keponakanmu menganggap “Hamil Duluan” adalah hal yang lumrah atau sudah “Cari Pacar Lagi” di masa SD-nya? Kalau aku , jelas tidak.

Secercah Cahaya Di Balik Awan

Memanglah sebuah realita bila kebanyakan produser musik dan media belum berani membangkitkan lagi dunia musik anak di Indonesia. Tapi bukan berarti aku dan engkau hanya bisa pasrah digempur lagu dan acara musik dewasa itu! Solusi yang paling nyata adalah dengan membatasi konsumsi lagu dewasa bagi anak dan memperdengarkan lagu anak sebagai gantinya. Lagu anak dapat didefinisikan sebagai lagu yang tema dan liriknya berkaitan dengan kehidupan anak-anak. Sementara tipe musiknya dapat menyesuaikan dengan apa yang digandrungi anak-anak saat ini, karena anak-anak masa kini mungkin sudah tak sreg lagi dengan gaya musik anak lama.

Lalu, dimana bisa mendapatkan lagu anak ‘modern’ itu?

Ah, engkau suka pura-pura tak tahu. Sadarkah engkau, sebenarnya banyak yang peduli dengan musik anak di Indonesia. Awan mendung yang menutupi dunia musik anak di Indonesia perlahan telah terkuak oleh kekuatan cahaya kepedulian para pelaku seni. Ehm, tanpa bermaksud promosi, aku sebutkan beberapa contoh karya mereka yang peduli:Ambilkan Bulan

Album/lagu

  • Album Bonbinband (Kebun Binatang Band) dari band Naif yang berisi 8 lagu anak-anak beserta buku cerita bergambar tentang petualangan Bonbinband;
  • Lagu My Mamma Say yang dinyanyikan girlband Lollipop yang isinya benar-benar girl -> 6 anak berusia 6-12 tahun.
  • Album Ambilkan Bulan yang baru saja diluncurkan pada hari Senin, 23 April 2012 lalu. Album ini berisi 11 lagu karya terbaik A.T.Mahmud yang diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh penyanyi dan band papan atas Indonesia seperti Sheila On 7, Judika, serta penyanyi jazz cilik Lana Nitibaskara.

Drama Musikal

  • Drama musikal Laskar Pelangi garapan Miles Production yang akan dipertunjukkan pada bulai Mei mendatang;
  • Drama musikal Semut Merah Semut Hitam karya Titiek Puspa yang direncanakan akan diadakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada tanggal 15, 16, dan 17 Juni 2012.

Film Musikal

  • Film musikal Ambilkan Bulan karya Mizan Production yang akan tayang pada 28 Juni 2012. Seperti albumnya, film ini didekasikan untuk A.T. Mahmud sang ikon pencipta lagu anak Indonesia.

Semua itu adalah bentuk apresiasi dan kepedulian mereka terhadap dunia musik anak Indonesia. Bagaimana denganmu? Kalaupun tak dapat menciptakan lagu sendiri, setidaknya aku dan engkau dapat mendukung apresiasi mereka dengan menyuguhkan musik, lagu, drama, ataupun film yang mereka cipta pada anak-anak. Dengan begitu, aku dan engkau mendapatkan tiga keuntungan: pertama, merangsang pertumbuhan mental dan emosional anak ke arah positif; kedua, membentengi anak agar tidak dewasa terlalu cepat; dan ketiga, mendukung kebangkitan dunia musik anak di Indonesia.

Aku percaya, bila orang tua, anak, dan seluruh pihak yang peduli saling mendukung dan mengapresiasi musik untuk anak, dunia musik anak Indonesia yang suram akan cerah kembali. Secercah cahaya itu akan melebar menyinari generasi muda belia menuju Indonesia emas. Semoga.

Referensi:

http://www.Anakanak.org

mp3free-downloadmusic.blogspot.com

www.harianjoglosemar.com

http://www.tribunnews.com

Categories: Iseng-Serius-Menang | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Komentarmu Sangat Berharga ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: