Teknologi Digital: Solusi Masalah Indonesia

Bukan lautan, hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Orang gaul pasti tahu lagu ini, hehe. Yap, lagu berjudul “Kolam Susu” ini di populerkan Koes Plus pada tahun 1980-an. Sudah cukup lama, namun masih relevan dengankondisi Indonesia saat ini. Bedanya, jala di sini adalah kabel-kabel listrik yang melintang pukang menghantarkan jutaan Joule  energi untuk dikonversi menjadi penerangan maupun ‘kehidupan’ bagi peralatan elektronik kita. Ya, di zaman teknologi informasi ini, kehidupan manusia (modern) tidak dapat dilepaskan dari ‘kehidupan’ peralatan elektroniknya. Tentu saja termasuk manusia Indonesia. Bermula dari TV pada tahun 1980-an, kini magic jar, komputer,  gadget, internet, dan berbagai macam teknologi digital canggih lainnya telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Tak percaya? Lihat saja pusatteknologi dan temukan betapa canggihnya gaya hidup kita!😉

Teknologi diciptakan untuk memudahkan penggunanya. Begitu juga teknologi digital yang sehari-hari kita gunakan. Layaknya pedang bermata dua, teknologi digital  dapat menjadi solusi bagi segala permasalahan – jika digunakan dengan bijak. Mulai dari hubungan cinta jarak jauh hingga masalah Negara. Negara kita tercinta. Apa saja? Misalnya, tidak akuratnya data penduduk; kesenjangan sosial dan ekonomi (terutama antara penduduk desa dan kota);  masalah keamanan seperti tragedi penembakan misterius di Papua; minimnya kepedulian pada pelestarian budaya; korupsi; dan segudang masalah lainnya.

Lalu, bagaimana teknologi digital dapat menjadi solusi? Hey, bukankah kita punya banyak SDM yang kreatif dan potensial. Sesungguhnya telah melimpah solusi digital yang lahir dari kreativitas masyarakat Indonesia, di antaranya:

 Komunitas blog

Menjamurnya penggunaan media sosial dan blog di Indonesia telah menyumbangkan berbagai ide dan gerakan positif di Indonesia. Misalnya, Komunitas Tangan Di Atas. Komunitas ini berawal dari sebuah blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman. Isi blog tersebut cenderung memprovokasi pembacanya untuk menjadi pengusaha atau TDA. Kini komunitas ini telah memiliki 1500 anggota. Salah satu misi mereka ialah membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018. Bukan sekadar pengusaha, tetapi pengusaha yang gemar bersedekah! Bayangkan berapa banyak kemajuan ekonomi yang dapat didorong oleh hanya satu komunitas ini!

Selain itu, untuk para blogger ada juga komunitas blogger Jawa Timur Ngawur dan paguyuban lintas daerah dan komunitas Blogger Nusantara. Kedua komunitas ini telah menampung blogger-blogger yang saling menyemangati untuk menulis lebih dan lebih baik lagi (salah satunya dengan mengadakan Ngawur Writing Contest ini ;-D). Ah, indahnya kebersamaan! Berkat teknologi!

 e-KTP

Program e-KTP digagas oleh Kementerian Dalam Negeri. Dengan adanya e-KTP, penduduk hanya akan memiliki satu KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menjadi identitas tunggal setiap penduduk dan (sedang disahakan) berlaku seumur hidup. Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dokumen identitas lainnya, serta Data Pemilih pada Pemilu. Autentikasi e-KTP menggunakan sidik jari yang akan dikenali lewat chip yang terpasang di kartu tersebut.

Digitalisasi KTP dapat mengurangi masalah ketidakakuratan data penduduk, double identitas, juga menghilangkan ‘pemalakan’ di kelurahan saat memperbarui KTP.Hehe.

 e-SPT dan e-Filling

Aplikasi e-SPT dan e-filling diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak-Kementerian Keuangan untuk memudahkan Wajib Pajak menyampaikan SPT (Surat Pemberitahuan). Aplikasi yang pertama memungkinkan Wajib Pajak memberikan SPT dalam bentuk digital baik melalui pos maupun langsung ke kantor pajak. Dengan demikian, penghitungan pajak dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Pemborosan kertaspun dapat dihindari.

Sementara itu, aplikasi yang kedua memberikan kesempatan pada Wajib Pajak untuk menyampaikan SPT secara real time on-line melalui website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) atau Penyedia Jasa Aplikasi, seperti situs http://www.pajakku.com, http://www.laporpajak.com, http://www.layananpajak.com, dan http://www.spt.co.id.

Tahukah Anda? 78% APBN 2012 dibiayai oleh pajak. Karena itu, penting untuk memberikan berbagai fasilitas kemudahan membayar pajak. Makin banyak yang membayar, makin besar pendapatan pajak, makin besar juga kemakmuran sosial dan ekonomi yang bisa diusahakan.

e-business

Yang ini, tentunya Anda sudah mafhum. E-business atau bisnis dengan memanfaatkan fasilitas elektronik dan internet memungkinkan pengusaha mengembangkan pemasarannya tak hanya ke pelosok Indonesia, tetapi juga pelosok bumi. Dengan internet, pengusaha sukses tak lagi melulu datang dari kota! Dengan demikian, kesenjangan ekonomi dapat dikurangi.

Ehm, dari tadi kok bicara tentang ekonomi terus ya? Hehe.  Tentang budaya, muncul juga solusi indah seperti …

 e-wayang

e-wayang adalah proses pembuatan wayang yang menggunakan sarana dan fasilitas digital (komputerisasi) termasuk memainkan wayang menggunakan layar komputer. e-wayang digagas oleh tiga anak muda: Mawan Sugiyanto, Rina Mardiana dan Dhiny. Berbeda dengan wayang digital, e-wayang tetap mengaplikasikan tahapan dan pakem pembuatan wayang tradisional,seperti memahat, mewarnai dan lain-lain. Hanya saja, pembuatannya menggunakan software pengolah gambar. Di tengah digitalisasi dunia, e-wayang ikut melestarikan budaya tradisional sekaligus menarik minat anak muda pada budaya wayang Indonesia. Jangan hanya akrab dengan komik dan manga!

Hupf,rasanya sudah cukup banyak saya berceloteh di sini. Kini, Anda dan saya telah mengetahui betapa banyak aksi-aksi pemanfaatan teknologi untuk solusi masalah Indonesia.

Selanjutnya?

terserah kita…

akankah menjadi bagian dari masalah atau solusi Indonesia?

Referensi data dan gambar:

http://www.e-ktp.com

http://www.pajak.go.id

http://www.e-wayang.org

http://komunitaskreatifbali.wordpress.com/2008/11/02/berawal-dari-blog-komunitas-tangan-di-atas-menginspirasi-menjadi-enlightened-millionaire/

http://inet.detik.com/read/2012/01/13/102409/1814465/398/e-wayang-ketika-seni-budaya-dibalut-teknologi-digital/?i991103105


Categories: Iseng-Serius-Menang | Tags: , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Teknologi Digital: Solusi Masalah Indonesia

  1. hesti jokowi

    Krim anti aging ponds halal gak?

Komentarmu Sangat Berharga ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: