Inten Ratna Sari_NHW#2 CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

Inten Ratna Sari_NHW#2 CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

Nice Home Work kali ini bertemakan Ibu Profesional. Kami diminta menentukan sendiri apa saja indikator yang menunjukkan kami telah menjadi profesional? Dari berbagai peran yang kami emban, kami diminta menentukan indikator profesionalisme dalam peran sebagai

  • Individu
  • Istri
  • Ibu

Bagaimana cara menentukannya? tentu dengan bertanya langsung pada ‘konsumen’ kita: suami dan anak. Sebab merekalah yang merasakan langsung manfaat positif dari profesi kita.

profesional
sumber: windyputri.com

 

Indikator Istri Professional

Menurut suami, kriteria istri yang ideal itu:

  • Salehah
  • Mampu membuat masakan yang enak
  • Pengertian

Simpel, tapi menantang. Apalagi untuk saya yang bekerja di ranah public dan kurang suka ke dapur pula hahai. Tapi, man jadda wa jada, siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil!

Untuk itu, saya membuat Indikator yang dapat dievaluasi sebulan sekali. Ya, untuk sebulan pertama saja dulu. Kalau jangka waktunya terlalu panjang, saya khawatir checklist ini malah terlupakan.

Checklist Indikator Istri Profesional:

  • Shalat isya sebelum pukul 21.00 WIB minimal 20 kali dalam 30 hari
  • Tilawah 15 Juz Al Qur’an dalam 30 hari
  • Praktek masak 4 resep lauk dan 4 resep sayur dalam 30 hari dan dievaluasi suami melalui Tabel Penilaian Masakan dan Saran
  • Memeriksa/bertanya kebutuhan/bantuan yang diinginkan suami minimal 4 kali dalam 30 hari
  • Mengobrol dengan suami selama 30 menit setiap hari selama 30 hari

Indikator Ibu Profesional

Anak saya baru berusia 3 tahun, jadi belum bisa menjabarkan apa yang dinginkannya dari bundanya. Tapi kurang lebih dapat saya tangkap bahwa ia akan senang bila:

  • Bunda punya banyak waktu untuk main berkualitas dengan anak (fokus pada anak)
  • Bunda sabar dan banyak tersenyum/tertawa bersamanya
  • Bunda membangkitkan rasa cinta pada Allah dan Rasul-Nya dengan cara yang menyenangkan
  • Bunda melatih kemandirian dan adab dengan cara menyenangkan

maka, Checklist Indikator Ibu Profesional ala bundanya Estha:

  • Fokus bermain dengan anak selama 3 jam per hari dalam 30 hari
  • Membuat 4 Rancangan Program Home Education dan  4 Evaluasi/Portofolio Home Education dalam 30 hari
  • Berhasil sabar menahan marah dengan cara mengatur pernafasan/berwudhu minimal 4 kali dalam 30 hari
  • Tersenyum kepada anak selama 5 menit setiap hari dalam 30 hari
  • Berhasil 4 kali men-tatur anak saat malam untuk BAK dalam 30 hari

Indikator Pribadi Profesional

Saya sangat sangat ingin punya karakter orang sukses. Percuma punya kecerdasan tetapi karakternya tidak mendukung! Karakter itu antara lain:

  • Memegang teguh komitmen
  • Konsisten
  • Melaksanakan sesuatu melebihi standar
  • Rajin

Nah, bulan ini saya ingin melatih satu karakter saja dulu: konsisten. Dengan menjalankan kesepuluh indikator di atas saja sebenarnya sudah melatih sifat konsisten dalam diri ya. Jadi indikator yang ini akan sangat simple.

Checklist  Indikator Pribadi Profesional

  • Berhasil memenuhi minimal 80% dari checklist Indikator Istri dan Ibu Profesional

Demikian. Kita bertemu 30 hari lagi untuk evaluasi dan pembaruan indikator, insya Allah ^^.

Disusun pada Jumat, 28 Oktober 2016 / 26 Muharram 1437 Hijriah

Iklan
Inten Ratna Sari_NHW#1 Adab Menuntut Ilmu

Inten Ratna Sari_NHW#1 Adab Menuntut Ilmu

Ilmu yang akan saya pelajari dan tekuni sampai menjadi expert adalah ilmu parenting (pengasuhan). Khususnya ilmu pengasuhan berbasis fitrah.

Mengapa ilmu pengasuhan berbasis fitrah?

Alasan pertama, karena ilmu inilah yang membuat saya jatuh cinta. Pertama kali bersentuhan dengannya.. hati saya langsung klik. Otak saya berkata, inilah yang saya cari-cari selama ini. Saya selalu tertarik dengan perilaku manusia, mengapa manusia begini, bagaimana membuat manusia begitu. Dan ilmu parenting menjawab semuanya. Tak hanya psikologi, ilmu parenting juga mencakup ilmu komunikasi, manajemen diri, kerja sama tim, dan terutama mendorong saya untuk mempelajari, menguasai, dan menjalankan ilmu agama. Super lengkap. Menguasai ilmu parenting tak hanya berbuah positif terhadap anak tetapi juga pasangan, keluarga, dan masyarakat. Sudah tiga tahun saya mempelajarinya dan tak juga ada kebosanan. Inilah passion saya. Binar-binar saya.

Alasan kedua, ilmu ini dapat mengantarkan saya (dan keluarga) ke Surga. Seperti doa para ibadurrahman yang tercantum dalam Al Furqan ayat 74

“Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmutttaqiina imaaman”

Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang yang bertakwa”

Sebaliknya, tak sanggup rasanya membayangkan apa yang akan saya jawab ketika Hisab nanti bila saya mengabaikan ilmu yang satu ini.

Strategi menuntut ilmu

    1. Membuat visi pengasuhan lalu menjabarkan ilmu-ilmu yang diperlukan untuk mecapai visi tersebut. Misalnya perlu ilmu aqidah, hafalan Quran, dan teknik komunikasi kepada anak. Dari setiap ilmu itu kemudian dibuat target-target pencapaian dan waktunya (milestone), bagaimana cara mendapatkannya, siapa gurunya. Jadi anak dan orang tua sama-sama belajar atau begitu orang tua belajar langsung ditransfer/dipraktekkan ke anak.
    2. Membaca materi dengan seksama lalu menuliskan ulang materi tersebut dengan gaya sendiri, baik berupa resume, tabel, grafik, dan lain-lain.
    3. Mengajarkan kembali materi tersebut baik berupa diskusi dengan suami/pengasuh maupun menyebarkan ilmu via blog/media social.
    4. Mempraktekkan ilmu tersebut kepada anak.
    5. Menjadwalkan minimal 4 jam sehari untuk praktek/belajar ilmu parenting (pukul 18-22).

Memenuhi tugas/tantangan yang diberikan tanpa menunda-nunda

Perubahan sikap yang diperlukan berkaitan dengan Adab Menuntut Ilmu

  1. Berniat ikhlas menuntut ilmu
  2. Membiasakan ibadah sebagai sarana tazkiyyatun nafs. Agar cahaya ilmu dapat lebih mudah datang bila hati sudah (lebih) bersih.
  3. Disiplin melaksanakan strategi menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh.
  4. Datang lebih awal baik pada majelis online maupun offline
  5. Menaruh rasa hormat dan berusaha mendapatkan keridhoan guru serta Tuhannya
  6. Meminta izin sebelum menyebarkan ilmu dari guru
  7. Menyampul dan rajin membersihkan buku-buku sumber ilmu
  8. Menerapkan skeptical thinking dan literasi media terhadap ilmu-ilmu yang tersebar di dunia maya.

Disusun pada Rabu, 19 Oktober 2016/17 Muharrram 1437 Hijriah

oleh Inten Ratna Sari