Inten Ratna Sari_NHW#1 Adab Menuntut Ilmu

Ilmu yang akan saya pelajari dan tekuni sampai menjadi expert adalah ilmu parenting (pengasuhan). Khususnya ilmu pengasuhan berbasis fitrah.

Mengapa ilmu pengasuhan berbasis fitrah?

Alasan pertama, karena ilmu inilah yang membuat saya jatuh cinta. Pertama kali bersentuhan dengannya.. hati saya langsung klik. Otak saya berkata, inilah yang saya cari-cari selama ini. Saya selalu tertarik dengan perilaku manusia, mengapa manusia begini, bagaimana membuat manusia begitu. Dan ilmu parenting menjawab semuanya. Tak hanya psikologi, ilmu parenting juga mencakup ilmu komunikasi, manajemen diri, kerja sama tim, dan terutama mendorong saya untuk mempelajari, menguasai, dan menjalankan ilmu agama. Super lengkap. Menguasai ilmu parenting tak hanya berbuah positif terhadap anak tetapi juga pasangan, keluarga, dan masyarakat. Sudah tiga tahun saya mempelajarinya dan tak juga ada kebosanan. Inilah passion saya. Binar-binar saya.

Alasan kedua, ilmu ini dapat mengantarkan saya (dan keluarga) ke Surga. Seperti doa para ibadurrahman yang tercantum dalam Al Furqan ayat 74

“Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmutttaqiina imaaman”

Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang yang bertakwa”

Sebaliknya, tak sanggup rasanya membayangkan apa yang akan saya jawab ketika Hisab nanti bila saya mengabaikan ilmu yang satu ini.

Strategi menuntut ilmu

    1. Membuat visi pengasuhan lalu menjabarkan ilmu-ilmu yang diperlukan untuk mecapai visi tersebut. Misalnya perlu ilmu aqidah, hafalan Quran, dan teknik komunikasi kepada anak. Dari setiap ilmu itu kemudian dibuat target-target pencapaian dan waktunya (milestone), bagaimana cara mendapatkannya, siapa gurunya. Jadi anak dan orang tua sama-sama belajar atau begitu orang tua belajar langsung ditransfer/dipraktekkan ke anak.
    2. Membaca materi dengan seksama lalu menuliskan ulang materi tersebut dengan gaya sendiri, baik berupa resume, tabel, grafik, dan lain-lain.
    3. Mengajarkan kembali materi tersebut baik berupa diskusi dengan suami/pengasuh maupun menyebarkan ilmu via blog/media social.
    4. Mempraktekkan ilmu tersebut kepada anak.
    5. Menjadwalkan minimal 4 jam sehari untuk praktek/belajar ilmu parenting (pukul 18-22).

Memenuhi tugas/tantangan yang diberikan tanpa menunda-nunda

Perubahan sikap yang diperlukan berkaitan dengan Adab Menuntut Ilmu

  1. Berniat ikhlas menuntut ilmu
  2. Membiasakan ibadah sebagai sarana tazkiyyatun nafs. Agar cahaya ilmu dapat lebih mudah datang bila hati sudah (lebih) bersih.
  3. Disiplin melaksanakan strategi menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh.
  4. Datang lebih awal baik pada majelis online maupun offline
  5. Menaruh rasa hormat dan berusaha mendapatkan keridhoan guru serta Tuhannya
  6. Meminta izin sebelum menyebarkan ilmu dari guru
  7. Menyampul dan rajin membersihkan buku-buku sumber ilmu
  8. Menerapkan skeptical thinking dan literasi media terhadap ilmu-ilmu yang tersebar di dunia maya.

Disusun pada Rabu, 19 Oktober 2016/17 Muharrram 1437 Hijriah

oleh Inten Ratna Sari

Categories: Muslimah, parenting | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Komentarmu Sangat Berharga ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: