Komunikasi Produktif #hari7

Komunikasi Produktif #hari7

*Artikel ini ditulis untuk memenuhi tantangan 10 hari komunikasi produktif kuliah Bunda Sayang IIP Tangerang-Tangsel

Clear & Clarify

“mba, nanti selimut biru di kamar Estha tolong dicuci ya, sudah bau” ujarku saat bersiap-siap beragkat ke kantor di pagi hari.
“iya bun” kata sang mbak.
Sorenya.
Kulihat selimut biru itu masih teronggok manis di kamarku (yang juga kamarnya Estha).
Hemm.
“bun, yang dicuci itu maksudnya selimut atau karpet yang biru yaa?” tanya si mba dengan polosnya saat melihat ekspresiku.
“yang ini lho mba” kataku sambil menunjukkan selimut yang sudah terkena ompol itu. Hoalah. perasaan instruksiku tadi pagi sudah Clear deh. Jelas-jelas yang ada di kamar Estha itu selimut, kalo karpet disimpannya di kamar mba. But hey, i’m responsible to my communication result. jadi apa yang perlu diperbaiki? Ouya, aku belum Clarify. Bisa saja tadi pagi mbak sedang memikirikan segunung cucian yang harus dicuci, masakan yang akan diolah, atau bahkan pacarnya sudah berangkat kerja atau belum. jadi ga fokus mendengar permintaanku. Seharusnya aku minta dia menyebutkan ulang apa permintaanku untuk memastikan dia paham apa yang kumaksudkan.
Wew, mari belajar dari kesalahan.
#hari7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Iklan

Komentarmu Sangat Berharga ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s