OWOS Minggu Ketiga: Makan Sendiri

OWOS Minggu Ketiga: Makan Sendiri

Setelah minggu pertama berlatih memakai kaus sendiri dan minggu kedua membereskan mainan sendiri, waktunya beralih ke kemandirian yang sesungguhnya #halah. Makan sendiri itu sesuatu banget untuk anak yang sudah 3 tahun 2 bulan ini terbiasa disuapi sama mbak dan nenek yang (jujur saya akui) lebih hebat membujuknya makan dibanding emaknya sendiri. Dari dulu memang emaknya ini ingin Estha terbiasa makan sendiri, tapi belum ada kesempatan untuk melatihnya langsung. Kalo sama mba nya kan yang penting anaknya makan yee. Nah, berhubung mulai 9 Maret ini saya cuti bersalin, waktu sebulan sebelum HPL ini bisa saya manfaatkan sebaik2nya untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab si sulung dalam 2 hal yang paling menantang: makan dan toilet training. Mungkin saja, nanti saat adiknya launching, Estha akan mengalami regresi kemampuan seperti yang dipaparkan para Psikolog. Tapi kan regresinya hanya sementara, insya Allah. Akan lebih mudah untuk mengembalikannya ke kebiasaan awal bila sudah ada pondasinya.

Jadi, terhitung mulai 13 Maret ini saya tidak menyuapi Estha lagi. Di awal hari, saat sarapan, alhamdulillah Estha mau makan sendiri sambil saya beri pengertian bahwa dia sudah besar. Sufah waktunya makan sendiri. Juga suatu saat bila tidak ada orang tua dan mba nya, dia tidak akan kelaparan. Buku Super Balita Mandiri juga sangat membantu. Hampir tiap malam dia minta dibacakan sebuku penuh buku ini. Sayangnya, cerita tentang Ali yang makan sendiri di buku ini juga seakan menginspirasi perilaku yang tidak baik seperti membuat gelembung saat minum. Tokoh ibu dalam buku itu hanya melarang Ali melakukan nya saat makan. Jadilah  Estha menganggap itu menyenangkan dan boleh dilakukan setelah makan -_-.

Tantangan muncul saat makan siang. Ia menolak makan kalau tidak disuapi. Lalu menangis. Saya sempat terpancing emosi juga. Lalu akhirnya mengalah menyuapinya. Huhu. Untuk makan sore, dia mau makan sendiri (beberapa suap). Malamnya, tanpa sepengetahuan saya, tetangga yang sudah akrab dengan Estha membawakan nasi dan lauk lalu bersama mbak pengasuh menyuapinya di luar. Hemm.

Hari kedua, Estha masih ga rela makan sendiri. Kami lalu tawar menawar, sarapan disuapi tapi mulai siang makan sendiri. Untuk sarapan ini juga kami membuat sendiri menu kesukaan Estha: pasta brokoli baso. Alhamdulillah untuk siang-sore-malam Estha mau makan sendiri. Walau dengan rajukan dan penolakan sebelumnya. Ditambah proses makan nya lambat karena menyendoknya sedikit-sedikit. Kadang disambi main sepeda. Lalu ia memilih berhenti sebelum kenyang. “Udah ga lapar” katanya. Mau dibujuk gimana, ajaran Rasul Shalallahu ‘alaihi wa salam kan memang seperti itu y? Di hari kedua ini juga saya berdialog dengan mba tentang pentingnya melatih Estha makan sendiri. Bahwa ini akan berpengaruh bagi masa depannya, terutama dalam hal kemandirian dan tanggung jawab. Jika tidak dari sekarang, kapan lagi? Ia pun balik bercerita tentang adik bungsunya yang sejak Playgroup tidak mau diantar-antar. Apalagi disuapi. Nah, adiknya saja bisa mandiri. Masa Estha tidak.

Hari ketiga, sarapannya roti. Makan sendiri habis sepertiga. Makan siang dan sore saya upayakan dikreasikan. Nasi dibentuk, lauknya dibuat cerita. Ga mempan. Estha menolak makan kalau tidak disuapi dan jadinya merajuk. Padahal dia mengakui sendiri kalau lapar. Sampai malam ia bertahan hanya memakan sisa roti sarapan.

Hari keempat, Estha ikut bangun sahur. Merajuk minta disuapi. Akhirnya saya suapi 3 sendok. Lalu dia minta tidur. Paginya dia bangun dengan riang dan mau makan sendiri nasi dan telur. Jatah nasinya habis alhamdulillah. Telurnya sisa sedikit. Sekarang anaknya masih tidur, belum makan siang. Hemm perjuangan belum selesai. Fightiing bunda dan Estha!!! #menyemangati diri sendiri

Iklan

Komentarmu Sangat Berharga ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s