Kereta Literasi #5: Living Books

Kereta Literasi #5: Living Books

LIVING BOOKS

Jumat, 16 Juni 2017/21 Ramadhan 1438 H

Estha minta dibacakan Ensiklopedia Pengetahuan Dunia hari ini. Buku besar bersampul merah itu memang penuh gambar. Gambar-gambar ini membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus daya imajinasinya. Ia pernah minta dibacakan penjelasan tentang otak. Ia mengangguk-angguk mendengarkan walau bunda tak yakin ia mengerti hehe. Tapi biasanya anak lelaki ini minta dibacakan gambar landscape perkotaan dimana ada adegan kecelakaan tabrakan antara sedan dan bus (tapi kedua kendaraan itu baik-baik saja dan tak ada korban jiwa). Yang bunda perhatikan, kemungkinan ia menyukai gambar itu bukan hanya karena ia terobsesi pada kendaraan melainkan lebih karena adanya cerita dalam gambar tersebut. Cerita yang menghidupkan keterikatannya dengan adegan tersebut. Cerita yang dapat melibatkan emosinya. Dan karena pelibatan emosi itu, ia dapat lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan dalam gambar. Nyatanya, penyampaian dalam bentuk cerita memang lebih mudah diterima daripada gambar dan teks datar semata. Inilah mengapa Charlotte Mason (tokoh pendidikan Inggris yang hidup di awal abad 20) mensyaratkan buku-buku yang dibaca anak harus masuk kategori living books.

Apa itu living books?

Mungkin itu yang terbersit di benak Anda. Agar tak keliru, saya kutip pengertiannya dari simplycharlottemason.com :

Living books are usually written by one person who has a passion for the subject and writes in conversational or narrative style. The books pull you into the subject and involve your emotions, so it’s easy to remember the events and facts. Living books make the subject “come alive.” 

Nah, selain ensiklopedia, sore itu Estha minta dibacakan buku yang dikategorikan sebagai living books oleh Ambleside Online (situs yang menyediakan sumber-sumber lengkap metode pendidikan Charlotte Mason). Judulnya Prairie Day (My First Little House Picture Book) karangan Laura Ingalls Wilder. Estha sih dibacakan versi terjemahnya seperti di foto ini

583fd6bdbbea17-45248209l

Ceritanya sederhana. Sangat mengalir dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dalam  cerita yang ini, salah satu nilai kebaikannya adalah anak-anak dengan sukarela membantu pekerjaan ibunya menyiapkan makan, juga keberanian Pa bertualang ke daerah yang jarang penduduk untuk mencari tempat tinggal baru. Ilustrasinya detail dan indah. Andainya buku-buku pelajaran anak di sekolah seperti ini, tentu tak ada istilah minat baca anak Indonesia rendah! Nyatanya, di luar negeri ada banyak living books yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran geografi, sains, sejarah, dan lainnya. Semoga di Indonesia juga segera ada. Atau mungkin sudah ada tapi bunda belum tahu? Anybody knows?

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Iklan

Komentarmu Sangat Berharga ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s