Puzzle

Puzzle

Senin, 31 Juli 2017

Estha main puzzle ikan 4 keping. Ini sangat mudah baginya -ia sudah pernah mengerjakan puzzle 9 keping-. Tetapi bukan itu tantangannya. Entah ide darimana, ia ingin menempel puzzle itu di dinding. Sibuk sekali ia mematut-matut puzzlenya. Sebentar di dinding sana, lalu pindah ke dinding sini. Setelah itu ia meminta selotip. Dibantu Bunda, ia memasang selotip di keempat sisi puzzle kayu tersebut. Apakah sudah selesai? Ou belum. Rupanya potongan-potongan puzzle kayunya berjatuhan satu per satu. Tentu saja jatuh, mereka kan tidak menempel di alas puzzlenya. Estha tak patah arang. ia memungut keping puzzle lalu memasangnya. Jatuh lagi. Pasang lagi. Jatuh lagi. Pasang lagi. Beegitu terus sampai ia agak kesal.

“Hem kira-kira bagaimana supaya ga jatuh lagi ya?” pancing Bunda

“Duuh palu nya mana sih?” gumam Estha.

Ou rupanya dia hendak memalu kepingan puzzle itu! Ia meminta Bunda carikan palunya. kami mencari sama-sama. Tapi palu sedang tak mau muncul. Ia melihat gagang pancing mainan.

“pakai ini saja!” katanya

Estha pun mulai memukul-mukul keping puzzle itu. Namun keping puzzle tetap jatuh.

“Huuh!!” Ia mulai stres!!

“Estha kesal ya?” Bunda coba menebak perasaannya. “Gimana kalau keping puzzlenya pakai selotip?”

Tapi ia tak ikut saran Bunda dan masih terus memukul-mukul keping puzzle. Sampai akhirnya capek dan beralih ke permainan lain hehe.

Tidak apa. Yang penting Estha sudah berproses berpikir dan berusaha memecahkan masalah.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs⁠⁠⁠⁠

 

Iklan

Komentarmu Sangat Berharga ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s