Mainan Lagi

Mainan Lagi

Senin, 18 September 2017

Estha ingin beli mainan lagi! Tapi uang di celengan baru ada 4 ribu. Berangkatlah ia bersama ayahnya. Pulang membawa mainan abal-abal seharga 3 ribu. Fufu gapapa lah Nak, setidaknya sudah belajar untuk membeli sesuai budget ya ^^

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Iklan
Membeli Mainan.. dari Tabungan Sendiri ^^

Membeli Mainan.. dari Tabungan Sendiri ^^

Sabtu, 16 September 2017

“Aku mau beli mainan!”

Nah nah, muncul lagi kalimat itu di rumah AIUE (singkatan dari nama-nama penghuni rumah,hehe).

“Oke, belinya dari tabungan Estha kan?” Bunda mengingatkan.

“Tapi aku mau yang mahal-mahal”

“Iya, tiga ribu kan mahal” kata Bunda. Tabungan nya memang sudah bertambah seribu dari kemarin.

Allah Maha Pemberi Rezeki, Ia gerakkan tangan Mama (neneknya Estha) untuk menambah tabungan Estha dengan 4 keping logam 500.

“Alhamdulillah,coba Estha hitung, ada berapa uangnya sekarang?”

“1..2..3..10 bunda!”

“Iya, artinya itu jumlahnya lima ribu” kata Bunda.

Kami pun bermotor ke Poris Indah, tempat toko yang menjual mainan mulai harga seribu perak eh seribu rupiah hehe. Di perjalanan, Bunda ingatkan Estha untuk berdoa

“Estha udah berdoa minta mainan ke Allah? Soalnya kalo kata Allah boleh, kita bisa dapet mainan. Tapi kalo kata Allah ga boleh, kita ga akan bisa dapet mainan. Bisa aja nanti uangnya kurang. Atau tokonya tutup. Atau lainnya. Pokonya semua tergantung Allah!” Bunda coba sampaikan dengan kalimat-kalimat singkat. Karena menurut teori, anak/laki-laki hanya bisa menyerap maksimal 15 kata dalam sekali dengar.

Sampai di toko, kami pun memilih-milih mainan yang berlabel ‘5000’. Qodarullah, yang dipilih Estha adalah balon seharga tiga ribu. Persis dengan tabungannya ^^. Bunda lalu ambilkan uang receh tiga eibu itu lalu menyerahkannya pada Estha. “Berikan ke tante ya” kata Bunda. Ia pun memberikan uang itu ke penjaga toko yang sudah standby di sebelah kami. Sengaja bunda minta Estha yang bayar agar ia merasakan sensasi ‘membeli dengan uang sendiri’ dan karenanya lebih menghargai mainan yang ia beli. Di rumah memang dia excited banget dengan balon ini sih. Minta ditiupkan lalu dilempar-lempar sendiri ^^

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Hari Kedua Menabung

Hari Kedua Menabung

Jumat, 15 September 2017

Bunda menyodorkan 2 keping uang logam 500 pada Estha, ia memasukkannya ke ‘celengan’ dengan senang. Plung plung. Plastik celengan yang semula digeletakkan di meja kini ia gantung di pintu dengan selotip! Hehe. Ada ada saja laku bocah 4 tahun ini.

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Tabungan Pertamaku

Tabungan Pertamaku

“Aku mau beli mainan! Yang mahal-mahal!”

Itu adalah seruan Estha sebulan terakhir ini. Hampir tiap hari ia minta beli mainan baru, tak peduli moodnya sedang cerah atau mendung! Pusiing kami dibuatnya. Tak dituruti, tantrumnyaa weleh weleh. Alhamdulillah kini Allah beri jalan keluarnya …

Kamis, 14 September 2017

Malam yang cerah. Entah darimana awalnya (tepatnya bunda lupa x_x) , obrolan bunda dan Estha mengarah ke tabungan.

“Aku suka menabung” kata bocah itu. Padahal dia belum pernah menabung!

“Oke, kalo gitu mulai malam inj,bunda tiap hari kasih Estha uang seribu,untuk ditabung. Gimana?” Bunda langsung nyamber.

“Iya! Aku mau!”

“Hemm nabungnya dimana y?”

Sang bocah melirik meja. Di atasnya ada surat undangan pernikahan dan plastik pembungkusnya. “Pakai ini saja!” Ujarnya sembari mengacungkan plastik kotak itu.

“Wah, apa ga gampang sobek tuh?”

‘engga dong, aku jaga supaya ga sobek!” Kata sang bocah keukeuh. Okelah, bunda memberinya 2 keping uang logam 500. Ia memasukkannya dengan berbinar-binar. Plung plung!

“Naah,,nanti kalau Estha mau beli mainan, belinya dari tabungan Estha,gimana?” Kata bunda

“Mmm iya deeh”

Yes! Si bocah setuju! Mudah-mudahan beneran terlaksana. Aamiin *doa khusyuk

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Kereta Literasi #6: Kunjungan impulsif ke Toko Buku

Kereta Literasi #6: Kunjungan impulsif ke Toko Buku

Kunjungan Impulsif ke Toko Buku

Sabtu, 17 Juni 2017/22 Ramadhan 1438 H

Di siang hari yang terik, tiba-tiba tercetus ide dari lisan bunda untuk jalan-jalan ke toko buku! Estha langsung menyambut ide ini dengan merengek pada ayahnya. Minta diantar ke toko buku pakai mobil hehe. Dasar anak 3 tahun, anggapannya setiap yang diingnkan harus dikabulkan saat itu juga! Alhamdulillah ayahnya sabar membujuk. Akhirnya Estha tertidur. Sorenya, saat cuaca sudah lebih bersahabat, barulah kami berlima (ayah, bunda, Estha, tante, dan mama) berangkat ke toko buku di mall dekat rumah.

Bagi kami, toko buku adalah replika surga (halah). Kami senang melihat-lihat dan berkelana di dalamnya. Estha segera mengambil buku Seluk Beluk Dinosaurus dan tak mau pindah ke lain hati buku. Di rumah, buku ini dibawa kemana-mana dan minta dibacakan setiap bunda ada waktu luang hoho.

img_20170517_123645
dari situs zanafa.com

 

Sementara itu, buku incaran Bunda tidak ada di toko huhu. Jadilah malam itu bunda mencukupkan diri membaca ebook (gratis) Fiqih I’tikaf: Hukum dan Keutamaannya karya Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al Jibrin yang didistribusikan Yayasan Al Sofwa. Semoga pahalanya mengalir pada penulis, penerjemah, dan segenap pihak yang terkait dengan ebook ini. Aamiin. Semangat berburu lailatul qadar!!

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Kereta Literasi #5: Living Books

Kereta Literasi #5: Living Books

LIVING BOOKS

Jumat, 16 Juni 2017/21 Ramadhan 1438 H

Estha minta dibacakan Ensiklopedia Pengetahuan Dunia hari ini. Buku besar bersampul merah itu memang penuh gambar. Gambar-gambar ini membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus daya imajinasinya. Ia pernah minta dibacakan penjelasan tentang otak. Ia mengangguk-angguk mendengarkan walau bunda tak yakin ia mengerti hehe. Tapi biasanya anak lelaki ini minta dibacakan gambar landscape perkotaan dimana ada adegan kecelakaan tabrakan antara sedan dan bus (tapi kedua kendaraan itu baik-baik saja dan tak ada korban jiwa). Yang bunda perhatikan, kemungkinan ia menyukai gambar itu bukan hanya karena ia terobsesi pada kendaraan melainkan lebih karena adanya cerita dalam gambar tersebut. Cerita yang menghidupkan keterikatannya dengan adegan tersebut. Cerita yang dapat melibatkan emosinya. Dan karena pelibatan emosi itu, ia dapat lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan dalam gambar. Nyatanya, penyampaian dalam bentuk cerita memang lebih mudah diterima daripada gambar dan teks datar semata. Inilah mengapa Charlotte Mason (tokoh pendidikan Inggris yang hidup di awal abad 20) mensyaratkan buku-buku yang dibaca anak harus masuk kategori living books.

Apa itu living books?

Mungkin itu yang terbersit di benak Anda. Agar tak keliru, saya kutip pengertiannya dari simplycharlottemason.com :

Living books are usually written by one person who has a passion for the subject and writes in conversational or narrative style. The books pull you into the subject and involve your emotions, so it’s easy to remember the events and facts. Living books make the subject “come alive.” 

Nah, selain ensiklopedia, sore itu Estha minta dibacakan buku yang dikategorikan sebagai living books oleh Ambleside Online (situs yang menyediakan sumber-sumber lengkap metode pendidikan Charlotte Mason). Judulnya Prairie Day (My First Little House Picture Book) karangan Laura Ingalls Wilder. Estha sih dibacakan versi terjemahnya seperti di foto ini

583fd6bdbbea17-45248209l

Ceritanya sederhana. Sangat mengalir dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dalam  cerita yang ini, salah satu nilai kebaikannya adalah anak-anak dengan sukarela membantu pekerjaan ibunya menyiapkan makan, juga keberanian Pa bertualang ke daerah yang jarang penduduk untuk mencari tempat tinggal baru. Ilustrasinya detail dan indah. Andainya buku-buku pelajaran anak di sekolah seperti ini, tentu tak ada istilah minat baca anak Indonesia rendah! Nyatanya, di luar negeri ada banyak living books yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran geografi, sains, sejarah, dan lainnya. Semoga di Indonesia juga segera ada. Atau mungkin sudah ada tapi bunda belum tahu? Anybody knows?

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Kereta Literasi #4

Kereta Literasi #4

Kamis, 15 Juni 2017 Estha minta dibacakan ulang buku tentang serangga dan buku ativitas stiker kata yang tokohnya Thomas. Sementara bunda membaca ebook 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan Bersama Rasulullah SAW. Yang mau ebooknya , bisa japri saya ya 😊

Screenshot_2017-06-16-14-14-18.png

Screenshot_2017-06-16-14-13-58.png

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst