Agar Kakak Tak Galak pada Adik

Agar Kakak Tak Galak pada Adik

Let’s Think Creative.

Masalah:

Kakak galak kepada adik bayi hanya setelah bundanya pulang kerja. Bagaimana solusinya?

Empati:

Kakak ingin mendapat perhatian bundanya.

Kakak tidak ingin perhatian padanya terbagi oleh adik bayi.

Berhubung kakak masih balita, egosentrisnya masih tinggi. Dan ini memang sesuai dengan fitrahnya. Tidak boleh diingkari. Hanya perlu disiasati.

Imajinasi:

Bagaimana kalau diberi hadiah dan dibacakan buku tentang menyayangi adik?

Bagaimana kalau Bunda bersikap ramah, santai menemaninya main, dan menerima rengekan/perasaan kakak, terutama di awal-awal jam kepulangan Bunda?

Solusi:

Dibacakan buku –> tidak terlihat efeknya

Bersikap ramah dan menerima perasaan –> Alhamdulillah mood kakak jadi jauh lebih baik dan berkurang galaknya terhadap adik bayi.

Nah, bagaimana agar sikap galak kakak menghilang sama sekali? itu masalah selanjutnya untuk dilingkar mekarkan yaa

#Tantangan10Hari

#Level9

#KuliahBunSayIIP

#ThinkCreative

 

 

Iklan
Pola Pola Pola !

Pola Pola Pola !

Selasa, 1 Agustus 2017

Bunda penasaran, ingin melatih Estha bermain pola. Menurut Checklist perkembangan anak 3-4 tahun yang dirilis pemerintah, seharusnya ia sudah bisa menyusun pola sesuai ukuran, bentuk, dan warnanya. Tapi bagaimana caranya agar ia tertarik?

Saat ia bermain lego mini, bunda bilang ingin membuat ular warna kuning-hijau. Lalu bunda meminta tolong Estha mengambilkan lego kuning dan hijau. Ternyata ia sangat bersemangat mencari kedua warna tersebut di antara warna-warni lego-lego mungil tersebut. Lalu kami berganti peran: Estha yang menyusun, Bunda yang carikan legonya. Secara tidak langsung, Estha sedang berlatih menyusun pola warna A-B-A-B (walaupun baru empat lego saja ia sudah ingin berganti warna hehehe).

Lalu ia ingin menggambar. Bunda ikut menggambar kereta dengan banyaak gerbong. Ia melihat gambar Bunda dan bertanya heran

“Kenapa gerbongnya banyak banget Bunda?”

“Kita mau buat pola. Nanti Gerbongnya diwarnai membentuk pola. Estha ingin warna apa?”

“Emm..oren” Ia mengambil spidol oranye dan mewarnai gerbong pertama.

“Terus yang sebelahnya mau warna apa?” tanya Bunda

Ia mengambil spidol kuning dan mewarnai gerbong kedua.

“Naah karena mau buat pola, gerbong yang ketiga ini kita warnai oren lagi terus kuning terus …?” pancing bunda sambil menunjuk-nujuk gerbong

“oren! terus kuning, terus oren..” Alhamdulillah Estha sudah menangkap polanya. Cuss lanjut diwarnai semua gerbongnya ^^

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs⁠⁠⁠⁠

Puzzle

Puzzle

Senin, 31 Juli 2017

Estha main puzzle ikan 4 keping. Ini sangat mudah baginya -ia sudah pernah mengerjakan puzzle 9 keping-. Tetapi bukan itu tantangannya. Entah ide darimana, ia ingin menempel puzzle itu di dinding. Sibuk sekali ia mematut-matut puzzlenya. Sebentar di dinding sana, lalu pindah ke dinding sini. Setelah itu ia meminta selotip. Dibantu Bunda, ia memasang selotip di keempat sisi puzzle kayu tersebut. Apakah sudah selesai? Ou belum. Rupanya potongan-potongan puzzle kayunya berjatuhan satu per satu. Tentu saja jatuh, mereka kan tidak menempel di alas puzzlenya. Estha tak patah arang. ia memungut keping puzzle lalu memasangnya. Jatuh lagi. Pasang lagi. Jatuh lagi. Pasang lagi. Beegitu terus sampai ia agak kesal.

“Hem kira-kira bagaimana supaya ga jatuh lagi ya?” pancing Bunda

“Duuh palu nya mana sih?” gumam Estha.

Ou rupanya dia hendak memalu kepingan puzzle itu! Ia meminta Bunda carikan palunya. kami mencari sama-sama. Tapi palu sedang tak mau muncul. Ia melihat gagang pancing mainan.

“pakai ini saja!” katanya

Estha pun mulai memukul-mukul keping puzzle itu. Namun keping puzzle tetap jatuh.

“Huuh!!” Ia mulai stres!!

“Estha kesal ya?” Bunda coba menebak perasaannya. “Gimana kalau keping puzzlenya pakai selotip?”

Tapi ia tak ikut saran Bunda dan masih terus memukul-mukul keping puzzle. Sampai akhirnya capek dan beralih ke permainan lain hehe.

Tidak apa. Yang penting Estha sudah berproses berpikir dan berusaha memecahkan masalah.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs⁠⁠⁠⁠

 

Segitiga dari Stik Es Krim

Segitiga dari Stik Es Krim

Minggu, 30 Juli 2017

Hari ini Estha ingin membuat bentuk bangunan 3D dari sedotan seperti di buku Rumah Main Anak karya mba Julia Sarah Rangkuti. Tapi kami sedang tidak punya sedotan. Jadilah Estha memilih  untuk memakai stik es krim warna-warni. Waktu itu beli di tukang fotokopi, sebungkus 5000 rupiah saja.

Tadinya bunda blank. Bagaimana membentuk kubus, balok, dll dengan stik es krim? Ternyata Estha berimprovisasi. Ia menghubungkan ujung-ujung tiap tiga buah stik menjadi beberapa segitiga 2D!

“Waw, indahnya segitiga berwarna-warni!” puji Bunda

“iya Bun, tapi stiknya ko kurang satu ya? ini tinggal dua” jawab Estha sambil mengacungkan dua stik es krim

“Hem, ayo kita cari di laci!” ajak Bunda.

Kami mencari bersama dan benarlah ada satu lagi stik es krim yang terselip di sana! Alhamdulillah!

“Jadi ada berapa stik es krim, Sayang?” tanya Bunda

“1..2..3..4..5..ada lima Bun!” ujarnya mantap.

Barakallah Sayang ^^

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs⁠⁠⁠⁠

Congklak

Congklak

Rabu, 26 Juli 2017, Estha dan mba nya bermain congklak alias dakon. Karena tidak ada alatnya, mba menggambar bulatan-bulatan congkalk di lantai menggunakan spidol. Sementara biji congklak memakai lego jadul mini yang dimainkannya kemarin. Permainan ini dapat melatih kemampuan membilang (1,2,3,…), menghitung jumlah biji, melatih motorik halus, dan kesabaran menunggu giliran. Katanya, Estha yang menang 🙂

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunSayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs