Kereta Literasi #7: Tentang Kamu

Kereta Literasi #7: Tentang Kamu

Catatan Minggu,.18 Juni 2017/23 Ramadhan 1438 H

Di toko buku kemarin, tantenya Estha membeli novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Covernya sungguh tak menjelaskan cerita yang terkandung di dalamnya. Cuplikan novel di cover belakang membuatku berpikir, ah palingan kisah cinta sederhana ala Tere Liye.

32467509

blurb2btentang2bkamu

Ternyata oh ternyata,, isinya,,,

di psotingan selanjutnya yaa hehe

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

 

Kereta Literasi #6: Kunjungan impulsif ke Toko Buku

Kereta Literasi #6: Kunjungan impulsif ke Toko Buku

Kunjungan Impulsif ke Toko Buku

Sabtu, 17 Juni 2017/22 Ramadhan 1438 H

Di siang hari yang terik, tiba-tiba tercetus ide dari lisan bunda untuk jalan-jalan ke toko buku! Estha langsung menyambut ide ini dengan merengek pada ayahnya. Minta diantar ke toko buku pakai mobil hehe. Dasar anak 3 tahun, anggapannya setiap yang diingnkan harus dikabulkan saat itu juga! Alhamdulillah ayahnya sabar membujuk. Akhirnya Estha tertidur. Sorenya, saat cuaca sudah lebih bersahabat, barulah kami berlima (ayah, bunda, Estha, tante, dan mama) berangkat ke toko buku di mall dekat rumah.

Bagi kami, toko buku adalah replika surga (halah). Kami senang melihat-lihat dan berkelana di dalamnya. Estha segera mengambil buku Seluk Beluk Dinosaurus dan tak mau pindah ke lain hati buku. Di rumah, buku ini dibawa kemana-mana dan minta dibacakan setiap bunda ada waktu luang hoho.

img_20170517_123645
dari situs zanafa.com

 

Sementara itu, buku incaran Bunda tidak ada di toko huhu. Jadilah malam itu bunda mencukupkan diri membaca ebook (gratis) Fiqih I’tikaf: Hukum dan Keutamaannya karya Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al Jibrin yang didistribusikan Yayasan Al Sofwa. Semoga pahalanya mengalir pada penulis, penerjemah, dan segenap pihak yang terkait dengan ebook ini. Aamiin. Semangat berburu lailatul qadar!!

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Kereta Literasi #5: Living Books

Kereta Literasi #5: Living Books

LIVING BOOKS

Jumat, 16 Juni 2017/21 Ramadhan 1438 H

Estha minta dibacakan Ensiklopedia Pengetahuan Dunia hari ini. Buku besar bersampul merah itu memang penuh gambar. Gambar-gambar ini membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus daya imajinasinya. Ia pernah minta dibacakan penjelasan tentang otak. Ia mengangguk-angguk mendengarkan walau bunda tak yakin ia mengerti hehe. Tapi biasanya anak lelaki ini minta dibacakan gambar landscape perkotaan dimana ada adegan kecelakaan tabrakan antara sedan dan bus (tapi kedua kendaraan itu baik-baik saja dan tak ada korban jiwa). Yang bunda perhatikan, kemungkinan ia menyukai gambar itu bukan hanya karena ia terobsesi pada kendaraan melainkan lebih karena adanya cerita dalam gambar tersebut. Cerita yang menghidupkan keterikatannya dengan adegan tersebut. Cerita yang dapat melibatkan emosinya. Dan karena pelibatan emosi itu, ia dapat lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan dalam gambar. Nyatanya, penyampaian dalam bentuk cerita memang lebih mudah diterima daripada gambar dan teks datar semata. Inilah mengapa Charlotte Mason (tokoh pendidikan Inggris yang hidup di awal abad 20) mensyaratkan buku-buku yang dibaca anak harus masuk kategori living books.

Apa itu living books?

Mungkin itu yang terbersit di benak Anda. Agar tak keliru, saya kutip pengertiannya dari simplycharlottemason.com :

Living books are usually written by one person who has a passion for the subject and writes in conversational or narrative style. The books pull you into the subject and involve your emotions, so it’s easy to remember the events and facts. Living books make the subject “come alive.” 

Nah, selain ensiklopedia, sore itu Estha minta dibacakan buku yang dikategorikan sebagai living books oleh Ambleside Online (situs yang menyediakan sumber-sumber lengkap metode pendidikan Charlotte Mason). Judulnya Prairie Day (My First Little House Picture Book) karangan Laura Ingalls Wilder. Estha sih dibacakan versi terjemahnya seperti di foto ini

583fd6bdbbea17-45248209l

Ceritanya sederhana. Sangat mengalir dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dalam  cerita yang ini, salah satu nilai kebaikannya adalah anak-anak dengan sukarela membantu pekerjaan ibunya menyiapkan makan, juga keberanian Pa bertualang ke daerah yang jarang penduduk untuk mencari tempat tinggal baru. Ilustrasinya detail dan indah. Andainya buku-buku pelajaran anak di sekolah seperti ini, tentu tak ada istilah minat baca anak Indonesia rendah! Nyatanya, di luar negeri ada banyak living books yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran geografi, sains, sejarah, dan lainnya. Semoga di Indonesia juga segera ada. Atau mungkin sudah ada tapi bunda belum tahu? Anybody knows?

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Kereta Literasi #4

Kereta Literasi #4

Kamis, 15 Juni 2017 Estha minta dibacakan ulang buku tentang serangga dan buku ativitas stiker kata yang tokohnya Thomas. Sementara bunda membaca ebook 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan Bersama Rasulullah SAW. Yang mau ebooknya , bisa japri saya ya 😊

Screenshot_2017-06-16-14-14-18.png

Screenshot_2017-06-16-14-13-58.png

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

 

Kereta Literasi #3, Gerbongnya​ Sudah Bertambah!

Kereta Literasi #3, Gerbongnya​ Sudah Bertambah!

Hari ketiga, Selasa 13 Juni 2017, Bunda membaca ulang buku Bahasa Bunda, Bahasa Cinta yang ditulis aktivis sekolah alam bu Septriana Murdiani dan komik Pengen Jadi Baik 3 karya Squ alias Ardian Chandra. Komik ini keren lho, ceritanya ringan dan lucu karena mengangkat kehidupan sehari-hari, tapi menohok karena dalam kegiatan harian itu kita sering khilaf menerapkan sunnah Rasul, dan komik ini memberi contohnya.

Sementara Estha minta dibacakan kisah harimau kecil yang menghadapi berbagai ketakutan dalam kehidupan sehari-harinya, namun akhirnya sadar bahwa ketakutan yang dihadapinya itu adalah suatu yang wajar dan bisa di’manage’. Kisah ini secara tak langsung mengenalkan emosi ‘takut’ untuk balita ini. Coba tebak yang mana bukunya? 😉

IMG-20170614-WA0003

Alhamdulillah dengan penambahan ini, gerbong kereta bunda dan Estha kini bertambah, yaay ^^

IMG-20170614-WA0002#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Kereta Literasi #2

Kereta Literasi #2

Di hari kedua, 11 Juni 2017, Estha tertarik melihat mama membaca Kisah Olly: Penyelamatan Penyu dan minta dibacakan juga. Mama juga membaca majalah Tarbawi dan koran Kompas Minggu. Koran di hari Minggu memang menarik karena beritanya tak melulu politik. Ayah, mama, bunda, tante Kania, bahkan Estha ikut membacanya. Walaupun dalam kasus Estha, ‘membaca’ berarti ikut membawa-bawa koran saat tantenya menjadikan koran sebagai properti foto. hehe. Selain koran, bunda membaca e-book Seri Fiqih Kehidupan (4): Zakat karya ustadz Ahmad Sarwat. Lc. Belum selesai jadi belum bisa mendiskusikannya dengan keluarga.

Demikian laporan Kereta Literasi keluarga kami di hari kedua ini ^^

#GameLevel5

#Tantangan10Hari

#KuliahBunSayIIP

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Observasi Gaya Belajar Anak #10

Observasi Gaya Belajar Anak #10

Nama Anak: Umar Raihanul Firdaus

Tanggal: 6 Mei 2017

Usia: 27 hari

Stimulasi:

Tubuh bunda mendekat saat akan menyusui Raihan dengan gaya lying down. Raihan merespon dengan memiringkan badan ke kanan atau ke kiri sesuai arah kedatangan bunda sambil membuka-buka mulut kecilnya. Uuu nggemesin ^^

Hasil Pengamatan:

Apakah ini tanda bahwa matanya sudah bisa melihat bunda? Atau responnya ini bersumber dari ‘sensor tubuh’ seperti yang kita rasakan saat ada orang yang datang di dekat kita? Masih jadi misteri yang perlu diamati lagi, walau selanjutnya tidak saya tuliskan di sini 😀

See u on the next challenge, insya Allah ^^

#GayaBelajarAnak

#Level4

#KuliahBunSayIIP

#Tantangan10Hari