Inten Ratna Sari_NHW#4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah (Proposal Pencapaian Misi Hidup)

Inten Ratna Sari_NHW#4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah (Proposal Pencapaian Misi Hidup)

Misi Hidup: Menumbuhkan dan Mengembangkan Fitrah Anak

Bidang: Pendidikan Anak Berbasis Fitrah

Peran: Educator

Ilmu-ilmu yang perlu dikuasai:

  1. Materi Bunda Sayang (12 materi)
  2. Materi Fitrah based Education (10 materi pokok grup WA dan 10 materi kuliah FBE)
  3. Teknik mengajar (invitation to play, termasuk pengelolaan kelas, media belajar, strategi pembelajaran)
  4. Perencanaan pendidikan dan kurikulum personal
  5. Evaluasi pendidikan dan portofolio
  6. Teknik bercerita/mendongeng
  7. Psikologi perkembangan anak dan remaja
  8. Bimbingan dan konseling
  9. Memanfaatkan teknologi untuk proses KBM
  10. Teknik motivasi dan public speaking
  11. Kontribusi manfaat pada masyarakat
  12. Materi Ajar (Aqidah, Fiqih, Tahsin-tahfidz-tafsir Qur’an, Hadits, Adab & sopan santun, Sirah Nabi-sahabat-peradaban islam, science di Alquran, bahsa arab yang menakjubkan di Alquran)

Sumber inspirasi:  HEbAT Community, Komunitas IIP, Struktur Kurikulum S1 PGSD FKIP Universitas Terbuka, Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah oleh Abu Amr Ahmad Sulaiman

Milestone:

KM 0: dimulai 24 Juli 2016 di usia 26 tahun. bertekad alokasi 4 jam per hari untuk praktek, belajar, dan menuliskan misi hidup untuk menumbuhkan dan mengembangkan fitrah anak.

KM 0 – KM 1 (tahun 1): menguasai Psikologi perkembangan anak & remaja, 6 materi Bunda Sayang, materi & pembelajaran Aqidah, materi & pembelajaran Science , hafal juz 30

KM 2 : menguasai 5 materi FBE, 6 materi Bunda Sayang, materi & pembelajaran Adab & Sopan Santun, hafalsetetngah awal dari juz 29

KM 3 : menguasai 5 materi FBE, Teknik mengajar, teknik bercerita, materi & pembelajaran Tahsin Quran, hafal setengah akhir dari juz 29

KM 4 : menguasai 5 materi FBE, Perencanaan & Evaluasi Pendidikan, materi & pembelajaran Tafsir Quran, materi & pembelajaran Bahasa Arab , hafal setengah awal dari juz 28

KM 5 : menguasai 5 materi FBE, bimbingan & konseling, materi & pembelajaran Sirah Nabi-Sahabat-Peradaban Islam, hafal setengah akhir dari juz 28

KM 6:  menguasai teknik motivasi, pemanfaatan teknologi untuk KBM, materi & pembelajaran Hadits, hafal setengah awal dari juz 1

KM 7 : menguasai public speaking, kontribusi manfaat pada masyarakat, materi & pembelajaran Fikih, hafal setengah akhir dari juz 1

Demikian, diharapkan milestone ini akan tercapai pada 24 Juli 2023. Tepat saat Estha berusia 10 tahun. Tapi lebih awal lebih baik 🙂

Inilah proposal ku ya Allah, tunjukkanlah misi spesifik yang Engkau gariskan padaku dan bimbinglah kami pada surga-Mu. Aamiin.

Disusun pada Rabu, 9 November 2016 / 9 Safar 1438 Hijriah

Iklan
HOW TO START HOME EDUCATION?

HOW TO START HOME EDUCATION?

Review Diskusi Komunitas Home Education Berbasis Potensi dan Akhlak Nasional (hebpa.nas@gmail.com)

Kamis, 27 November 2014

Narasumber: Harry Santosa (praktisi HE sejak 1994, founder Millenial Learning Centre)

Disarikan oleh: Inten Ratna Sari

Ilustrasi buku '50 Fabel Flanel Unik & Seru" (tersedia di penulis)
Ilustrasi buku ’50 Fabel Flanel Unik & Seru” (tersedia di penulis)

Pengantar:

Sesungguhnya hanya kedua orang tualah yang paling kenal potensi dan keunikan anak-anaknya. Dari sanalah karakter-karakter baik dikembangkan dan disempurnakan dengan akhlak mulia.

Dunia persekolahan tidak pernah mengandung dan melahirkan anak-anak kita, bahkan tidak pernah diberi amanah oleh Allah SWT sesaatpun juga. Sehingga dunia sekolah bukanlah dunia yang sungguh-sungguh mampu mengenal dan mencintai anak-anak kita dengan tulus. Siapakah yang diberi amanah itu? Ya, kita, orang tuanya! Orang tua memiliki amanah untuk mendidik generasi peradaban di dunia dan sebagai umat yang membanggakan Nabi Muhammad kelak di Yaumil Qiyamah.

Demi menjalankan amanah itulah, membangun Home Education bukanlah pilihan tapi kewajiban setiap orang tua. Porsi kuantitas waktu dan kualitas perhatiannya mesti jauh lebih banyak bahkan meniadakan porsi persekolahan.

Lalu, bagaimana cara memulai Home Education ini?

Eits, sebelum membahas caranya.. yuk kita perkuat dulu mindset kita tentang pendidikan rumah alias Home Education.

Read more